Selaksak Rindu dalam Qalbu

Pernah merasakan rindu? Pasti pernah, kepada Ibu, kawan dan selainnya.

Pernah merasakan rindu pada sosok yang kita tak pernah sama sekali bertemu? Semoga pernah dan selalu. Merindukan Rasulullah saw dan tentu merindukan Allah swt..

Jika Allah dan Rasul-Nya bisa kita rindukan karena telah jelas semua hal mengenai Allah dan Rasul-Nya..

Namun kawan, pernahkah ada sebuah rasa bernama rindu pada sosok yang engkau tak pernah bertemu dengannya sama sekali, tak pernah tahu mengenai dirinya sama sekali, hanya sebait sifat dan setitik yang diberikan oleh pemiliknya?

Aku tengah merasanya, kawan. Ada selaksak rindu pada sesosok hebat yang diberitakan Allah. Siapa dia aku tak tahu, hanya yang pasti ku tahu adalah ia seorang hamba Allah yang mungkin saat ini pun tengah merindu, merindu pada yang satu. Aku tak tahu apakah aku pernah bertemu dengannya atau tidak, sempat mengenalnya atau orang asing yang akan memasuki kehidupanku. Yang aku tahu pasti adalah, bahwa ia adalah sosok terbaik hadiah dari Allah, dan semoga Ia menjadikanku sebagai hadiah terindah atas kesabarannya dalam masa seperti ini.

Yang aku tahu pasti adalah, ia bukanlah sesosok sempurna. Tapi semoga bisa saling melengkapi hingga mencapai kesempurnaan cinta, bersama mencinta Dzat Pecinta. Ia sesosok yang kurindukan kehadirannya.

Hanya Allah yang tahu siapakah sosok terbaik itu. Kapan saat yang tepat bagi-Nya menyatukan kami dalam sebuah ikatan yang janjinya setara dengan janji Allah dan Rasul-Nya, mitsaqan ghalizha..

Maka di jalan dakwah aku akan melangkah. Disana pula kami akan melangkah. Allah adalah muara segalanya. Semoga semua akan indah pada saatnya..

Selaksa rindu dalam qalbu menanti sebuah takdir menghampiri
Sebait puisi tak cukup menggambarkan isi hati
Namun sepenggal kata menjadi gambaran gundah dalam jiwa
Ada Allah disana.. melihat dan memahami gejolak seorang hamba
Semoga senyum-Nya yang menghiasi masa penantian
Doa kulantunkan dengan lirih, ada harap disana
Ada rasa takut dan sekaligus keyakinan..
Takut jika ini berlebihan namun yakin akan pengabulan doa
Entah sekarang, nanti, diganti, atau disimpan di akhirat
Maka sebuah pengharapan lain mengikuti..
Allah.. berikan ku kesabaran..

5 thoughts on “Selaksak Rindu dalam Qalbu

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s