Segera Tapi Bukan Tergesa

Hari ini ketemu temen, eh ternyata sudah melahirkan ya. Sudah dua minggu. Bayinya laki-laki. Satu lagi, temen juga sudah melahirkan sepertinya, krn klo ga akhir bulan maret kemaren ya awal April ini.

Keduanya temen ngaji, temen maen, temen waktu TK, sobat de-es-be. Keduanya nikah tahun lalu. Yang satu Maret dan yang satu Juni. Keduanya nikah ga lama setelah ulang tahun mereka yang ke-20. Dan tahun ini keduanya sudah diberikan momongan. Dari bertiga tinggal sa yang belum nikah 😀

Pas pagi ini ketemu sama salah satu dari mereka yang kebetulan ibunya itu akrab sama mamah, jadi ngobrol dulu deh. Ga enak sama akhirnya..”Teteh mah belum ngegendong. Mamah belum gendong cucu. Kapan atuh ya?” Hayyah.. pertanyaan yang sebenernya udah sering ditanyain karena kakak sepupu sa yang seumuran sa [di laki-laki] dan adik sepupu sa [perempuan, usianya di bawah sa] udah pada nikah.

Tapi lagi-lagi pertanyaan seperti itu membuat hati ini gelisah. Apalagi pertanyaan itu tidak hanya datang dari pihak keluarga tapi juga dari temen-temen. Obrolan sama sobat sa juga sekarang udah mulai lebih serius.

Gelisah. Ya, itu yang tengah sa rasa. Sepulangnya ke rumah, langsung manteng depan pc, minta nasihat Aa. Alhamdulillâh, Allâh selalu menjawab dengan caraNya yang indah.

Emang rumit sih…tapi agenda kehidupan kita yang sejati bukan nikah atau tidak nikah.. Agenda sebenarnya adalah bagaimana kita dekat dengan Allah. Pasangan sejati kita adalah amal yang kelak jadi pasangan yang jelita dan gagah di firdaus nanti. Manusiawi kita gelisah tapi harus segera kembali ke Allah. Kalau kita sudah disayang sama Allah ..apa sih yang ngak DIA kasih? Syurga aja DIA kasih apalagi cuma sekedar pasangan hidup kecil dan mudah buat DIA Yang Maha Gagah.
CINTA dari Yang Maha MENCINTA kita adalah hal yang lebih utama dan seharusnya itulah yang mendominasi pemikiran kita setiap saat..

Alhamdulillâh. Terima kasih Ya Allah. Duh, jadi malu. Padahal ada Engkau Yang Selalu memberikan cintaMu pada sa.. Duh, malu pisan..

Allâhumma innî as-aluka hubbaka wahubba man yuhibbuka, wa ‘amalalladzî yuballighunî hubbuk.

Ya Allâh, anugerahkanlah ketenangan ke dalam hati ini. Anugerahkanlah kesabaran ke dalam jiwa ini dalam masa penantian diri..

CintaMu yang hamba damba. Ampuni atas semua kebodohan hamba yang meletakkan cinta kepada makhluk di atas cinta hamba pada Engkau.

2 thoughts on “Segera Tapi Bukan Tergesa

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s