Menuju Pembaharuan

Kemarin, 18 Maret 2009 (22-23 Rabi’ul Awwal 1429) adalah hari pertama kami mahasiswa-mahasiswi Jurusan Teknik Informatika ST Inten angkatan 2008 [atau mungkin sa aja dan beberapa temen ya!?] masuk kuliah, masuk semester 2.

Ada banyak sekali perbedaan ketika mengikuti kuliah kemarin yang merupakan jadwal Mata Kuliah Algoritma Pemrograman II dengan dosen Pak Agus Nursikuwagus ST., MM., MT.

Perbedaan-perbedaan tersebut terdiri dari:
1. Kelas [ruang 7] penuh sepenuh-penuhnya [didramatisir] karena semester ini kelas A, B dan C bergabung dalam satu jadwal.
2. Sistem belajar dan program baru  dari Mister Agus yang insya Allah bermanfaat untuk kebaikan kita semua terutama IF angkatan 2008 dan untuk ST Inten secara keseluruhan.
3. Suasana belajar yang semakin seru.

Dari beberapa perbedaan itu pula, muncul sebuah keadaan baru yang membuat kita bisa me-refresh pikiran yang selama ini ’stuck’ dengan keadaan yang monoton. Bertambahnya teman-teman baru, sistem baru di kelas, dan all d new things that will come through us akan menjadi bibit-bibit pembaharuan bagi ST Inten, meski tak menyeluruh minimal di angkatan 2008 [tak hanya IF].

Ya, terkadang [atau bahkan seringkali] kita membutuhkan suasana baru untuk menuju sebuah perbaikan. Cara belajar baru, mindset baru yang lebih baik dsb. Sebagai seorang muslim kita harus memegang teguh utk senantiasa lebih baik dari waktu ke waktu. Dan Rasulullah saw pun meneruskan firman Allah bahwa seorang muslim harus senantiasa do d best. Menjadi profesional minimal di satu bidang.

Terima kasih untuk segenap civitas academica ST Inten, Pa Agus dan pengurus yayasan ST Inten yang sudah memberikan kami kesempatan untuk menuntut ilmu dan menambah wawasan serta teman. Ucapan terima kasih tak terhingga tentu harus senantiasa kita berikan kepada Dzat Yang Maha Berkehendak, Allah swt yang telah memperkenankan kita bertemu.

Klo sa secara pribadi mau berterima kasih pula kepada Aa yang udah ngasih tau info ini dan terus berbagi semangat dan menyemangati sa untuk tetap berada di jalan dakwah salah satunya di jalur pendidikan, dan tentu buat Aa sekeluarga yang udah mau diririweuh pas sa konsultasi soal beasiswa dan kuliah[meski ga dapet beasiswanya dan ga lulus SNMPTNnya, tapi Allah selalu mempunyai skenario terbaik]. Teh Yani [istri Aa] yang selalu menyemangati adeknya, De Nisa dan Dede [Haydar] yang selalu menyambut ceria kedatangan sa ke rumah Aa sekeluarga. Juga buat T’Erry dan A Aim..thnx for all. Terima kasih selalu mengingatkan untuk selalu menuju pembaharuan.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s