Semangat ya Sa!!

Hee..kembali postingan narsis. About me.

Liat jadwal kuliah tadi, mulai semester ini kelas A, B dan C disatukan. Yang bikin kaget bukan masalah itu, tapi jadwal yang semakin memadat. Klo semseter satu masuk jam 5 pulang paling telat jam 8, semester ini masuk tetep jam 5, tapi keluar jam 21.30 alias setengah sepuluh. Klo semester kemaren rabu, kamis, jumat sabtu. Semester ini selasa, rabu, jumat dan sabtu. Cuma hari sabtu aja yang jadwalnya tetap, masuk jam 7 pagi keluar jam 3 sore.

Duh, mikirin fisik nih. Semester kemaren udah berapa kali tumbeng, semester ni harus sehat ah. Bismillâh. Allâhumma ‘âfinî fi badânî, allâhumma ‘âfinî fî sam’î, allâhumma ‘âfinî fî basharî..Amin.

Btw, ngomong-ngomong soal kuliah. Enaknya ada yang jemput ya, antarjemput kuliah. Hee..soalna pake motor cape, pake mobil lama. Oya, Senin kemaren temen kuliah sa nikah. Bârakallâh Teh. Hmm..satu per satu akhwat berguguran nih. Dulu waktu awal-awal masuk lumayan banyak akhwatnya. Sebagian besar [atau semuanya ya, kecuali Teh Nunung istri Kang Hendra] belum pada nikah. Satu per satu menggenapkan setengah dînnya. Tapi berakhir dengan keputusan berhenti kuliah. Ya, namanya juga istri, ikut suami apalagi klo dapetin orang luar kota. Tapi keputusan-keputusan itu hasil istikharah juga sih, makanya pasti hal itu yang terbaik dari Allâh.

Ngomong-ngomong sempet ngobrol sama beberapa teman akhwat yang tersisa tentang kemungkinan akan ada yang gugur lagi setelah menemukan pendamping. Ya, bener juga sih. Kedudukan di tempat kerja udah punya, pengalaman udah, usia mencukupi..apalagi sih yang dicari seorang akhwat? Tinggal menjadi istri dan ibu, lengkap sudah hidupnya. Hehe.

Seorang wanita mendapatkan kebahagiaan ketika ia diberi kesempatan oleh Allâh untuk menjadi seorang istri dan ibu. Lengkap sudah hidupnya. Ia menjadi anak, kakak, adik, teman, sahabat, istri, dan menjadi ibu.

Ya, apalagi sih yang dicari seorang akhwat coba? Apalagi buat yang sudah merasakan dunia kerja, merasakan dunia kuliah, ya meski belum sampe ke puncak pencapaian, tapi sudah merasakan dan mengalami hal itu. Tinggal dua hal terakhir, menjadi istri dan menjadi ibu. Semoga mendapat predikat tertinggi, menjadi hamba yang diridhai..Amin. Menjadikan rumah sebagai madrasah pertama dan utama, pembentuk generasi rabbani.

Tapi berharap sih semoga dapet suami yang mendukung karir sa di kampus, di dunia kerja dan di rumah tangga tentunya. Yang terbaik dari Allâh. Yang saling mendukung untuk kemajuan bersama :mrgreen:

Bagaimanapun..tetep semangat ya [akhirnya bisa posting lagi di blog]

Iklan

4 thoughts on “Semangat ya Sa!!

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s