Filosofi Bulan

sudah tersimpan berapa lama ya di blog offline? Hee..

Masih terinspirasi sama lagu Rembulan di Langit Hatiku :mrgreen:

Belakangan orang ga mau disebut, “Engkau seperti rembulan” karena tau fakta bahwa rembulan itu sebenernya jelek. Emang bener sih. Bulan itu kan emang ga mulus aslinya mah [klo udah diambil gambar dari dekat]. Tapi sa berpendapat lain meski dulu sempet juga sih mikir kayak gituh. Tapi pas tadi dengerin lagi lagu yang sa sebutin itu, ternyata lagu itu cukup memberikan penjelasan. Gini.

Rembulan di langit hatiku menyalalah engkau selalu
Temani kemana mesti ku pergi mencari tempat kita tuju
Kan ku jaga nyalamu selalu, pelita perjalananku
Kan ku jaga nyalamu selalu, rembulan di langit hatiku
Rembulan di langit hatiku teguhlah engkau pandu aku
Ingatkanlah ku bila tersalah menuju tempat kita tuju
Doakanlah ku di shalat malammu rembulan di langit hatiku
Doakanlah ku di shalat malammu pelita perjalananku

Nah itu liriknya. Simpel kan? Tapi dari lirik simpel [nan romantis] itu ada makna yang cukup mendalam tentang persepsi rembulan. Jika dilihat liriknya, disana sa memaknai biarlah kita ga cantik, tapi memberikan cahaya ketika malam menjelma dan menemani perjalanan sang pengelana. Ia akan menjaga nyala rembulan itu di hatinya, nyala yang memberikannya ketenangan, memandu dan mengingatkan ketika salah, mendoakannya selalu dan senantiasa menjadi pelita baginya di setiap waktu.

Wallahu a’lam.

Iklan

17 thoughts on “Filosofi Bulan

  1. wahhh wahhh inikan lagunya seismic dari album pertama, duh jadi kangen dengerin ni lagu, sampe sekarang lagu “rembulan dilangit hatiku satu” masih tetap dinyanyiin sendiri ato bareng teman-teman. satu lagi yang kerena yang judulnya “Adalah Engkau”, album keduanya juga bagus tu… salam kenal Ukhti..

    Suka

  2. rembulan selalu datangnya malam
    ia kan pergi bila fajar datang
    mataharipun demikian
    selalu datang ketika siang
    padahal antara malam dan siang hanyalah
    karena perpindahan antara matahari dan rembulan
    (apa ia? gak tau)
    nyatanya, malam dan siang adalah perputaran/perjalanan tatasurya…..
    jadilah diri kita, bulan atau yang lain adalah makhluk yang juga bergantung.
    gantungkan diri kita pada yang tidak lagi bergantung.
    yang ngecat cabe jadi merah, yang nyiram air hujan ditanah dan yang mengadakan sesuatu yang tidak ada.
    embuh lah…

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s