Manajemen Amanah

Ketika kita tumbuh menjadi seorang yang semakin dewasa, jangan kaget dengan berbagai tantangan yang masuk ke dalam kehidupan kita. Semua semata karena Allah ingin mendewasakan kita.

Kita pasti merasakan betapa banyak sekali masalah masuk ke dalam kehidupan kita, apakah itu internal keluarga ataupun amanah di luar seperti kampus/sekolah dan organisasi serta tempat kerja. Setidaknya itu yang sa rasakan. Terkadang menyita perhatian kita. Tapi terlepas dari itu semua, sebenarnya itulah cara Allah mendewasakan kita. Cara Allah memberikan pelajaran di Universitas Kehidupan. Kurikulumnya sudah jelas. Tujuan dan tergetnya pun jelas. Yang pasti lulusannya sudah dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ia dijanjikan surga jika IPnya sudah mencapai ikhlas, semua dilakukan lillah fillah. Keren kan!?

Nah, namun dalam perjalanan belajar di Universitas Kehidupan itulah kita mengalami kesulitan-kesulitan yang menghadang. Terutama ketika ujian muncul, baik ujian kebaikan maupun berupa kesulitan. Dan kita akan semakin tangguh jika kita lulus di dalamnya.

Amanah yang kita dapatkan harus termenej dengan baik jika kita mengharap semuanya terselesaikan. Belajar mengatur waktu, mengatur fiqh prioritas, mengatur semua hal berkaitan dengan amanah. Jangan sampai ada waktu yang dibiarkan sia-sia. Sa sendiri sedang belajar untuk itu, karena ketika kemarin munas banyak sekali masukan yang membuat sa bangkit kembali setelah belakangan ini sempat ingin mengundurkan diri. Beberapa sudah dapat dimenej dengan baik, hanya Pustena yang agak terbengkalai karena bentrok dengan jadwal kuliah. Mudah-mudahan ke depannya dapat dilaksanakan dengan baik. Apalagi ketika kehidupan kita berubah dari lajang menjadi pendamping seseorang, pemahaman dan keterbukaan harus benar-benar diterapkan agar masing-masing menjadi semakin kuat bukan sebaliknya, sehabis nikah menghilang dari peredaran.

Manajemen amanah sebenarnya lebih pada manajemen pribadi. Bagaimana kita mengatur semuanya agar tetap berjalan di koridor yang jelas dan baik. Dengan demikian, akhirat dikejar tanpa melupakan duni..dunia dikejar tanpa melalaikan akhirat. Seperti doa kita, “Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaabannaar“. Doa yang diambil dari ayat al-Quran ini indah banget, apalagi klo kita perhatikan ayat sebelumnya (QS. Al-Baqarah: 200), “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah” (Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia)ย lalu Allah menjawab, “Wamaa lahuu fil aakhirati min khalaaq” (dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat). Barulah di ayat 201 nya disebutkan doa sejagat ini, “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka””ย Lalu dijawab Allah di ayat 202 nya, “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya

Keren kan al-Quran teh ๐Ÿ™‚

ย 

Iklan

One thought on “Manajemen Amanah

  1. assalamu’alaikum….

    bil kitaabah nad’uu ilal khoiroot/ dg tulisan kita ajak ke amal kebaikan…
    insya Allah
    dg berbekal ilmu, mari kita amalkan apa yang Allah tlah printahkan semampu kita, dn larangan kita jauhi tanpa kecuali….

    semoga dapatkan jannah firdaus yang kita harapkan…
    “ulaaika yujzaunal ghurfata bimaa shobaruu wa yulaqqouna fiihaa tahiyyatan wa salaama…’
    semoga kita dimasukkan dalam gol. orang2 yang Allah telah sebutkna dalam firmanNya di atas, amien Yaa Robbal ‘aalamien..

    “al-Faqier ilaa ‘afwi Robbihil Qadier, virdaus rojaie…”

    =====
    Amin

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s