Renungan Pergantian Tahun

Alhamdulillah, dengan amanah menjadi admin di beberapa blog ternyata berimbas pada pengetahuan kita. Termasuk diingatkan kembali mengenai renungan akhir tahun padahal sebelumnya sudah dibaca. Tulisan ini dimuat di buletin terbaru TC dan baru sa salin ke blog KITa Call Indonesia (TC). Berikut adalah isinya,

Wahai diri, detik-detik begitu cepat berlalu dan tidak mungkin akan kembali lagi, apakah pantas dirimu menyia-nyiakan waktumu? DR. Yusuf Qaradhawi dalam kitab Al-Waqtu fi Hayatil Muslim menjelaskan tentang tiga ciri waktu. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua, waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Ketiga, waktu itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang muslim.

Wahai diri, engkau takkan pernah bisa menduga kapan hidupmu akan berakhir dan apa yang akan terjadi pada akhir hidupmu nanti. Pergantian tahun baru pada hakikatnya adalah untuk mengingatkan dirimu tentang pentingnya waktu. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna, “Siapa yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab, waktu adalah kehidupan itu sendiri.” Sehingga bila dirimu menyia-nyiakan waktu dan umurmu, berarti engkau belum memahami arti hidup.

Wahai diri, jika saat ini engkau diberi kesempatan untuk hidup, tidak ada yang bisa menjamin esok hari nyawamu masih dikandung badan. Jangankan sehari esok, sedetik ke depanpun tak ada yang mampu memberikan jaminan. Allah swt mengingatkan dalam al-Quran surat Yunus ayat ke 49, “Apabila telah datang ajal kepada mereka, maka mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat dan tidak pula mendahulukannya.

Wahai diri, pernahkah engkau merasa takut menghadapi kematian? Sudah cukupkah perbekalan yang telah engkau persiapkan dan kumpulkan bila saat kematian itu tiba-tiba datang? Apakah kebahagiaan abadi yang akan kau reguk, ataukah penyesalan dan siksa berkepanjangan yang menjadi teman bagimu untuk selamanya? Apakah engkau akan berada bersama orang-orang pilihan di surgaNya ataukah tenggelam bersama kesengsaraan di neraka? Itu semua hanya dirimu sendiri yang dapat menjawabnya. Bukan teman atau sahabat, bukan orang tuamu bukan pula orang-orang yang telah menyaksikan segala tingkah lakumu di dunia. Sebab, pada waktu seluruh manusia berkumpul untuk mendapat perhitungan atas semua amalnya, seluruh anggota tubuhmu akan bersaksi, menceritakan seluruh perilakumu di dunia. Engkau takkan pernah bisa mengira-ngira bagaimanakah nasibmu pada hari itu.

Wahai diri, sebelum cerita hidupmu usai oleh kematian, apa yang akan kau persiapkan untuk mengisi lembaran terakhir buku catatan kehidupanmu? Anda kau merasa masih sedikit kebaikan yang telah engkau tulis dan sudah sekian banyak coretan dosa di lembaranmu, segeralah pergunakan taubat sebagai penghapus coretan kemaksiatan itu dan isilah sisa lembaran buku kehidupanmu dengan berbagai amal kebaikan yang mengundang keridhaan Allah.

Wahai diri, jadikan momen pergantian tahun ini untuk senantiasa mengingatkan dirimu bahwa jatah hidupmu di dunia ini semakin berkurang. Sebagaimana yang telah diungkapkan seprang ulama besar, Imam Hasan Al-Basri, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian dari hari, apabila satu hari berlalu maka berlalu pulalah sebagian hidupmu.

Wahai diri, bagaimana dengan kualitas ibadahmu kepada Alla? Bagaimana hubunganmu dengan sesama manusia dan alam sekitarmu? Sudahkah engkau berusaha sekuat tenaga untuk selalu taat kepada Rabbmu dan berusaha mempersembahkan kulitas ibadah serta amal-amal yang terbaik di sisi Allah?

Wahai diri, manfaatkanlah pergantian tahun ini sebagai momen untuk mengevaluasi diri (muhasabatun nafs). Karena siapa tahu inilah tahun terakhir bagimu menikmati hidup di dunia fana ini. Sebagaimana diungkapkan oleh Khalifah Umar bin Khaththab, “Hitunglah (hisablah) diri kalian sebelum kalian dihitung (dihisab). Timbanglah amal-amal kalian sebelum ditimbang. Bersiaplah untuk menghadapi hari yang amat dahsyat. Pada hari itu segals sesuatu yang ada pada diri kalian menjadi sangat jelas, tak ada yang tersembunyi.

Wallahu a’lam bishshawwab.

One thought on “Renungan Pergantian Tahun

  1. Assalamu’alaikum, wr.wb

    Wahai saudari seiman, blog Anda cukup bagus dan informatif.

    Memang benar, detik-detik begitu cepat berlalu dan tidak mungkin akan kembali lagi, apakah pantas dirimu menyia-nyiakan waktumu? Jika kita merenung, telah banyak waktu yang diamanahkan-Nya telah kita sia-siakan. Setelah itu terjadi, hanyalah sebuah penyesalan. Namun, penyesalan tiadalah guna. Mari menatap ke depan untuk yang lebih baik. Tetap semangat ya…!!! 🙂

    Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 H dan Tahun Baru 2009 M, semoga lebih baik dalam segala hal (keimanan, ketakwaan, kecerdasan, ilmu & pengetahuan, kesehatan, rezeki, dll), (Amin)

    Wah, ternyata kita udah berteman di facebook, lam kenal ya… (silahkan bersilaturahim ke weblog STUDI TUR, terimakasih)

    -Mas Wahyu-

    =====
    Wa’alaykum salaam wr wb, Mas Tur. Terima kasih. Saya masih harus belajar banyak dari Mas sama blogger WP lainnya yang udah lebih expert. Terima kasih sudah berkunjung. Iya, kita udah jadi temen di Facebook. Hehe. Nge add dari siapa ya? Lupa. 😳

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s