Untuk Siapa Sih

Allah Oriented. Itulah yang sa simpulkan dari setiap yang sa dengar dan baca serta lihat ketika bertanya mengenai “Apa sih tujuannya? Untuk siapa sih?” dengan tidak mengesampingkan ikhtiar dan tujuan duniawi. Sebuah hadits menarik sa baca dari sebuah situs ketika mencari mengenai perkembangan ekonomi di Asia, dan Indonesia khususnya. Berikut kutipan hadits yang adminnya simpan di atas.

“Setiap tarikan nafas yang dihembuskan, didalamnya ada ketentuan Allah. Jangan kosongkan hati dari mengingat Allah, sebab akan memutuskan muraqabah anda dari hadirat-Nya. Janganlah keheranan karena terjadinya hal-hal yang mengeruhkan jiwa, karena itu sudah menjadi sifat dunia selama anda berada didalamnya.”
(Syekh Ahmad Atailah)

Belakangan karena satu dan lain hal sa memang lagi gencar-gencarnya nyari tambahan pemasukan, dan yang paling memungkinkan dan sa bisa lakukan saat ini juga adalah bisnis di internet. Jika tujuannya untuk menjemput rizki Allah akan nyambung ke “tujuan” untuk mendapat ridha Allah, apa lagi? Tapi ketika bisnis membuat kita menjauh dari Allah dengan melalaikan hakNya, perlu diperbaiki apakah niat kita sudah melenceng atau bahkan sebenarnya niat awalnya tidak benar. Masya Allah. Ampuni kami. Ingatkan kami agar selalu melakukan segala sesuatu untuk Mu saja. Untuk meraih keridhaanMu. Karena tak ada yang lain yang seharusnya kami harap kecuali keridhaanMu.

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s