Cocok Jadi Psikolog

Entah bermula dari obrolan tentang apa..eh berujung sama pernyataan, “Kamu teh cocok ya jadi psikolog.” Heueheu. Entah itu pujian atau apa, husnuzhan aja. Oh, inget. Ketika ngobrolin ponakan sa sama Pa Egi, sa bilang mengenai “dugaan” keadaan psikologisnya ponakan sa itu. Jadi, keluarlah pernyataan spontan yang sebenernya sebelumnya sempet dipikirin juga, “Iya, Pa. Saya kan sekarang S1 di jurusan Teknik Informatika alias teknik. Ntar S2 nya ekonomi, S3 nya baru mo ambil psikologi” Heuheuheu..Esa, Esa. Ada-ada aja.

Tapi emang salah satu mimpi sa adalah kuliah sampai S2 (dulu, tapi sekarang pengen sampe S3). Sa juga ingin menyemangati keluarga untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Karena Allah mewajibkannya. Mencari ilmu. Meski tak harus kuliah, tapi dengan kuliah kita memenuhi sebuah anjuran hadits untuk menjadi profesional. Dan kuliah adalah salah satunya. Jadilah profesional. Jadilah cendikiawan muslim. Jadilah ilmuwan muslim.

Ilmu agama jangan lupa, karena kewajiban kita itu mencari ilmu agama alias ulumiddin. Jadi karena keduanya sama penting, sebagai muslim, tawazun harus dong. Harus seimbang dunia akhirat.

So, keep ur dream on the sky n keep ur feet on the ground.

One thought on “Cocok Jadi Psikolog

  1. asskum

    sedikit pertanyaan nie emangnya bisa menyeimbangkan ilmu dunia dengan ilmu akhirat?

    apalagi kalo dah s3 kebanyakan ilmu akhirat di no 2kan
    kebanyakan sich!!

    =====
    Wa’alaykum salaam wr wb. Soal menyeimbangkan..semoga kalau demikian, saya menjadi salah satu bagian dari golongan yang sedikit itu

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s