Alpro dan Menulis

Algoritma Pemrograman (Alpro) dan Menulis. Heheh, aneh ya? Ga sih menurut saya. Karena dari menulis mudah memahami Alpro dan dari Alpro, mudah memahami untuk menulis.

Pengertian Algoritma pemrograman dapa berbeda tapi memiliki satu inti yang sama, rinci dan urutan logis hierarkis, sistematis dan yang pasti untuk menyelesaikan suatu masalah. Hanya berlaku untuk satu masalah, untuk memecahkan masalah lain, harus pake algoritma yang baru lagi.

Nah, mungkin temen-temen nanya. Kan Alpro buat nyelesein masalah, nah menulis? Ini sa juga lagi menulis kan. Menulis juga sesungguhnya memecahkan masalah, yakni masalah sulit menulit. Masalah yang jadi ide awal kita menulis, misal ketika menulis novel, kita ingin membahas mengenai persahabatan, maka itulah masalahnya. Urutan logis, hierarkis dan sistematis tentu harus ada dalam menulis, jika tidak tulisan kita akan berantakan dan ga jelas juntrungannya, ga jelas alur ceritanya.

Bahkan kehidupan kita yang akan kita jadikan cerita sekalipun memiliki unsur algoritma yang kental. Contoh ketika kita akan pergi ke suatu tempat. Masalah kita adalah tujuan kita, dan algoritmanya adalah jalan-jalan [urutan langkah] yang akan kita tempuh untuk sampai ke tujuan itu. Dan semua langkah tak harus sama yang penting tujuan tetap tercapai. Betul tidak? Lalu bagaimana dengan pengertian algoritma pemrograman? Itu ‘kan pengertiannya disandarkan pada pemrograman dalam hal ini komputer. Ya, disini pemrograman diartikan sebagai proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Jika kita kaitkan dengan menulis, maka menulis adalah proses menuliskan pikiran, menguji dan memperbaiki [dengan pikiran yang tercurahkan itu] baik diri maupun lingkungan dan memelihara kode kehidupan maupun ide yang membangun sebuah program kultur berbagi dan memberi.

Jadi, menulis adalah bagian dari IT dan IT adalah bagian dari menulis.

Menulis adalah bagian dari dakwah dan dakwah dapat disebarkan melalui menulis.

Kultur menulis adalah kultur untuk membangun sebuah peradaban yang lebih baik. Semoga. Insya Allâh.

Wallâhu a’lam bish-shawwab.

2 thoughts on “Alpro dan Menulis

  1. sa kalo g` salah anak IT tu paling malas kalo tuk nulis2 palagi kalo buat novel, nak it lebih suka copy paste he2k. gimana sa ya pa g`
    =====
    Hmm, ga juga. Banyak kok orang IT yang suka nulis. Buktinya, buku-buku tutorial IT, dan sebagainya beredar di sekitar kita kan? Yang nulis pakarnya, bukan sembarang orang. Kalo sembarang orang, repot dong kita. Soal bikin novel, kenapa ngga? Saya punya cita-cita seperti itu dan sedang direalisasikan

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s