Disorientasi

Pernah ga tiba-tiba Anda merasa kehilangan orientasi hidup Anda, kehilangan tujuan hidup Anda? Tiba-tiba Anda merasa semua jadi serba terasa hampa. Apa-apa yang kita lakukan terasa tiada artinya sama sekali.

Alhamdulillâh, saya mengalaminya. Kok alhamdulillâh? Ya, karena ALLAH menganugerahkan kesadaran kepada saya betapa selama ini saya bukan tiba-tiba, kehilangan orientasi hidup saya. Semua yang saya lakukan, kegiatan organisasi, kerja, kuliah, semuanya terasa berantakan dan hampa. Lalu apa yang kemudian Anda lakukan untuk memperbaiki disorientasi yang terjadi? Mengembalikan diri pada orientasi kita selama ini? Mengingatkan diri akan orientasi hidup kita?

Sejujurnya saya sendiri masih bingung, sampe ketika tulisan ini saya buat. Tapi karena demi menyelesaikan rasa penasaran saya itu ditambah ingin berbagi mengenai yang saya rasa saat ini, saya mencari di internet cara untuk memperbaikinya, setidaknya agar mengingatkan kembali diri pada orientasi hidup kita sebagai manusia dan yang lebih penting sebagai seorang muslim.

Sa dapatkan beberapa sumber, salah satunya yang paling membuat saya kembali berpikir adalah artikel ini. Juga mendengarkan lagu ini. Ah, betapa ALLAH itu indah.. Sa juga membaca mengenai orientasi hidup yang benar.

Sa coba terus mencari tahu, dan jawabannya seperti yang Aa bilang ketika saya meminta nasihat dari beliau, “salam..itu saya rasakan beberapa hari lalu juga…baru malam tadi dapat jawabannya…ternyata saya jauh dari Allah…kurang dapat taujih …jenuh, cobain itikaf de…tapi jangan ada yg kenal, mungkin di habib [Habiburrahman, mesjid PT. Inti, Bandung -pen]. Mohon sama Allah agar dibimbing, seterusnya ade pasti akan tahu apa yg harus dilakukan. Allah Yang Mahatahu pasti akan memberi tahu ade.”

Nasihat yang menyejukkan. Iya, jika membaca nasihat Aa, beberapa hari ini saya memang jarang sekali dapat taujih. Padahal baru saja ALLAH menghadiahi sebuah buku berjudul “Menjemput Kematian” yang hendaknya menjadi tadzkirah – peringatan. Ada lagi nasihat dari A Aim, “Coba baca ini, perbanyak baca AlQuran sama shirah Nabi dan sahabat. Beristighfarlah, Allah mencintai orang-orang yg suka bertaubat positif, dzikir, krn hanya dg mengingat Allah hati akan jadi tenteram”

إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ ﴿27﴾ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“…Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Arra’d [13] : 27-28)

Orientasi hidup kita adalah ALLAH, tugas kita adalah beribadah kepada ALLAH. Bukan hanya ritual, tapi juga harus benar-benar meresap. Kemarin dikirimi oleh dua orang berbeda satu ebook yang sama, mengenai shalat khusyu. Seharusnya saya peka, bahwa mungkin ALLAH sedang mengingatkan bahwa saya sudah cukup melalaikan shalat. Bukan tidak melaksanakannya, tapi tidak menegakkannya sehingga saya semakin jauh dari ALLAH.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Adzdzâriyât [51]: 56)

Ya Rabb, kami berlindung kepadaMu dari kemurkaanMu, dari JahannamMu,

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Jadi satu-satunya cara mengembalikan kesadaran kita akan orientasi hidup kita adalah dengan memohon petunjuk kepada ALLAH dan menelaah kembali siapa diri kita, telaah alQuran dan telaah kembali catatan visi-misi hidup kita sebagai manusia dan sebagai makhluk ALLAH serta sebagai seorang muslim.

Wallâhu a’lam bishshawwab..

Iklan

3 thoughts on “Disorientasi

  1. masih ingat kata-kata ini : ” Ucaplah hamdallah saat kita sakit kepala. Karena saat kita merasakan sakit kepala itu tandanya kita masih punya kepala “.

    Sekarang saya tambahi ya de… Beruntung dan ucaplah hamdallah saat ade merasakan kehilangan orientasi karena saat itulah sesungguhnya ade masih punya orientasi.

    Indahnya mentari pagi akan sangat terasa indah di mata orang-orang yang pernah mengarungi pekatnya malam.Dan saat itulah kita tahu betapa kita butuh sinar mentari.

    =====
    Jazaakallaah A..

    Suka

  2. tujuan kita hidup di dunia kan untuk mempersiapkan bekal dalam rangka kembali pada-Nya. kita jangan sampai lupakan hal itu. agar kita tidak lupa, dekatlah terus dengan-Nya. selalu sebut nama-Nya. baca firman-firman-Nya….

    (^_^)v

    =====
    Terima kasih, Rijs.

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s