Menulis Itu Logis Kok

Pagi-pagi sa baca bukunya Pak EWA. Jika dikaji, sebenernya menulis itu sesuai sama metode ilmiah loh. Coba deh kita kaji ya. [Ya sa ga menutup kemungkinan akan ada yang namanya kontroversi :mrgreen: tapi kan justru dari sanalah kita belajar]

Saya ambil gambar ini,

 

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Mmm..itu gambar paling sesuai dengan yang diajarin sama Pak Teh, dosen Fisika Komputasi sa [meski beda dikit]. Jadi yang  namanya metode ilmiah itu ada hipotesa, experience (pengalaman)-pengamatan, data dan teori. Di situs asal gambar itu dikatakan gini,

1. Observe a phenomenon that has no good explanation. [mengobservasi sebuah fenomena yang ga punya penjelasan)

2. Formulate a hypothesis. (formulasi hipotesa)

3. Design an experiment to test the hypothesis. (merancang sebuah eksperimen untuk menguji hipotesa)

4. Perform the experiment. (melakukan eksperimen)

5. Accept, reject, or modify the hypothesis. (menerima, menolak atau memodifikasi hipotesa)

Kalau dalam catatan sa begini ditulis begini:

 

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Jika kita mau nulis sesuatu baik ilmiah [pasti ngikutin metode ilmiah kalo yang ini] maupun tulisan seperti novel, sebenernya tetep pake konsep metode ilmiah. Kita harus punya hipotesa, punya semacam “ide awal”, mengamati terlebih dahulu, lalu lahirlah konsep dan kemudian lahirlah karya (data) yang berisi salah satunya kesimpulan [yang sedikit dibumbui sastra].. Coba aja baca tulisan Pak EWA di Buku Menulis dengan Gembira halaman 5 yang mengatakan harus ada input-proses dan output, sehingga jika disambungkan dengan proses dalam algoritma pemrograman, sistem informasi maupun lainnya, bahkan kehidupan kita sehari-haripun ilmiah. Bagaimana tidak, semua diciptakan ALLAH yang memiliki seluruh langit dan bumi, sedangkan teori ilmiah itu adalah hasil manusia sendiri.

Meski dalam penjelasan beliau, Tuhan itu transendental dalam hal logik. Akal manusia itu terbatas, dan hanya manusia yang mengerti keterbatasannya itulah yang mengakui adanya Tuhan. Dan dialah sebaik-baik ilmuwab. Begitu katanya.

Wallaahu a’lam bish-shawwab.

*sekalian lagi belajar tentang metode ilmiah*

Iklan

2 thoughts on “Menulis Itu Logis Kok

  1. Wah bagus, karya ilmiyah 🙂
    tapi saya masih ragu ketika akan menulis sesuatu karena Al ‘Ilmu Qoblal Qouli wal ‘Amal, dah hakikat ilmu adalah memahaminya bukan sekedar tau, jadi masih perlu buanyak belajar 🙂 Arigato gozaimasu..

    =====
    memang sih ada ayat jg yang bilang, كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (61:3), tapi bukan berarti kita ga bisa dan ga boleh berbagi loh, inget hadits tentang mengatakan walau satu ayat? Seperti bertentangan, tapi sebenarnya tidak. Perbaiki diri sambil berbagi. Itu intinya. Tahu, amalkan dan bagikan secara bersamaan. Wallaahu a’lam.

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s