Mukmin dan Air

seorang mukmin itu ibarat air ketika berbaur dengan masyarakat. Ia mampu berbaur sempurna dengan siapapun namun ia tidak kehilangan jati dirinya sebagai air. Mampu memberikan hak segala sesuatu tanpa ia kehilangan haknya sebagai air. Karena manusia itu sendiri adalah air, pada konsep terbentuknya manusia, telur yang dibuahi 96%nya adalah air. Setelah lahir, 80% tubuh seorang bayi adalah air. Ketika ia tumbuh dan berkembang, persentasi air berkurang dan menetap sampai batas 70% ketika ia mencapai usia dewasa. Dengan kata lain, selama ini kita sendiri manusia hidup sebagai air. Jadi manusia adalah air. Maka ia mampu memiliki sifat dasar air yang akan terus mengalir. Mampu memberikan kesejukan air pada yang dahaga dan mampu pula menghancurkan dengan kekuatannya.
Air sendiri adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dan hidup itu sendiri.
…وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“and We have made of water everything living, will they not then believe?”
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
QS Al-Anbiya [21]: 30

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s