Menuju Mi’raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dimaknai sebagai penyucian diri menuju sebuah kemerdekaan atau kebebasan juga ternyata terkait dengan tiga peristiwa yang terjadi sebelum Isra’ Mi’raj itu. Yakni pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muththalib, meninggalnya Khadijah istri Rasulullaah saw dan meninggalnya paman beliau, Abu Thalib -dan Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir-. Hal ini menurut beberaps sumber adalah simbol harta, tahta dan wanita. Sehingga untuk menuju mi’raj, seorang mukmin haruslah mencabutnya terlebih dahulu. Sedangkan seperti sebuah hadits mengatakan “AshShalaatu mi’rajul mukmin” bahwa shalat itu mi’rajnya seorang mukmin. Jika dalam bahasan nubuwwah terdahulu mi’raj adalah hiburan dan kemerdekaan dicapai dengan suci dari TBC, maka ada simbol lain mengenai mi’raj ini, yakni untuk mencapai kemerdekaan diri harus pula dicapai dengan mencabut dominasi harta, tahta dan wanita itu dalam hidup kita dan hanya ALLAH lah tempat kita menuju, seperti halnya Rasulullaah pun hanya menuju ALLAH di shidratul muntaha. Harta digambarkan dengan pemboikotan, tahta disimbolkan dengan Abu Thalib dan wanita disimbolkan dengan Khadijah.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s