Merindukannya

Sebenarnya ingin menjadikan kata itu sebagai pertanyaan. Benarkah aku merindukannya? Entahlah. Hanya beberapa saat saja rindu itu menyeruak. Saat tertentu saja ketika aku benar-benar merenung. Apakah bisa hal itu dikatakan rindu?

Aku merindukannya. Tapi ketika aku bertemu dengannya, tak jarang aku malah mengabaikannya hingga ia pergi lagi.

Aku merindukannya. Namun ketika orang lain senang akan hadirnya, aku malah kebingungan. Mau apa aku ketika ia berada dalam hidupku. Padahal belum tentu aku akan bertemu lagi dengannya.

Apakah benar aku merindukannya, jika selama ini aku bahkan tidak pernah memberinya hadiah apapun atas kehadirannya. Bahkan senyum kebahagiaan ketika ia datang pun sepertinya jarang kulakukan. Malu ketika aku ditanya mengenai perasaanku akan kehadirannya.

Baiklah, kuakui.

Persiapan untuk menyambutnya harus dipersiapkan dari sekarang. Aku ingin ia bahagia, berharap ia takkan pergi lagi meski itu tak mungkin. Namun, hendaknya ia akan selalu ada di hati. Harus selalu kuingat saat-saat indah ketika ia ada.

Marhaban ya ramadhan.

3 thoughts on “Merindukannya

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s