Cinta yang Terjinakkan

Adalah sebuah judul tulisan Pak Ersis. Ditambah baca komentar budimeeong. Duh, hampir aja nangis. Soalnya sa inget sama sebuah cerita, kisah nyata yang sa sendiri terlibat di dalamnya. Sa juga seringkali terlibat secara tidak langsung pada kisah percintaan seperti itu.

Lelaki kadang sulit memahami maksud perempuan, dan perempuan kadang sulit menahan diri dari sensitifitas yang padahal tidak dimaksudkan lelaki. Perempuan lebih sering keGRan tentang lelaki.

Teman lelaki bercerita tentang wanita, dan teman wanita *juga sa sendiri tahu* bercerita mengenai dirinya dan para lelaki. Misscommunication yang lebih sering terjadi. Seharusnya kelebihan dan kekurangan itu bisa jadi pelengkap jika diatur dengan sebaik-baiknya.

Ah, cinta. Akan lebih indah pada jalur yang sah sesuai syari’at.

Terima kasih untuk inspirasinya.

4 thoughts on “Cinta yang Terjinakkan

  1. wah, sa, ada apa nih?

    kalau memang sering geer, ga usah ditanggapin lah geer nya. nanti juga ilang sendiri.
    makanya, kurangi intensitas interaksi yang mengundang geer. tapi, dah susah ya, di kantor aja jadi satu2nya akhwat.

    makanya, sa, kamu teh “disangkarkan” di ruang khusus, biar ga digangguin. hehe.

    =====
    Heheh..hmm, jadi gituh ya Teh alasan sy pindah “sarang”? :mrgreen:

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s