Husnuzhann Kepada ALLAH?

Sa sore ini membaca mengenai Mempertajam Tawakkal di Dakwatuna. Ada poin menarik mengenai tawakkal ini yang sempat didiskusikan sama Aa dan Teteh dulu, mengenai husnuzhann kepada ALLAH. Apakah perlu kita ber-husnuzhann kepada ALLAH?

Sebagian dari Anda mungkin akan mengernyitkan dahi bahkan mencela saya karena menulis pertanyaan seperti itu. Sejujurnya, ketika pertama kali mendengar pertanyaan itu dari Aa, sa sendiri bingung. Pertanyaan Aa pasti beralasan dan sepertinya retoris. Itu pikir sa saat itu. Dan ketika akhirnya kami terdiam, Aa lalu menjelaskan.. “Saya pernah ditanya seperti itu oleh seorang ustadz. Saya juga sempat bingung dulu, tapi setelah mendengar jawaban ustadz mengenai hal itu..” Aa terdiam sejenak lalu meneruskan jawabannya, “Jika kita ber husnuzhann kepada ALLAH ada kemungkinan ALLAH akan tidak memenuhi kata-katanya. Kita berprasangka kepada ALLAH. Padahal ALLAH tidak pernah menyalahi janji. Kita tak perlu berprasangka kepada ALLAH, karena ALLAH pasti Mahabaik

Sa terdiam mendengar jawaban Aa itu. Benar. Yang namanya husnuzhann kepada ALLAH, berarti kita berprasangka kepada ALLAH. Padahal yang namanya prasangka *menurut sa* adalah menyangkakan sesuatu yang tak pasti. Namanya juga prasangka. Pra-sangka. Persangkaan. Berarti sebenarnya masih ada keraguan akan kepastian ALLAH Mahabaik karena kita berprasangka bahwa ALLAH itu baik.

Anda boleh saja tak sependapat dengan saya. Itu sah sah saja, asalkan jangan sampai menuai permusuhan. Okeh 🙂

wallaahu a’lam bish shawwab.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s