Membodohi Otak

Ketika siang ini tiba di kantor, lelah karena ini tengah hari dan jawaban dari error yang lagi sa hadapi..sa maen ke blognya Pak EWA. Semua judul mngedipkan mata ingin diperhatikan, tapi ada satu judul yang menggelitik untuk dibaca. Sa kutip beberapa kalimat dari sana yang merupakan kesimpulan menarik untuk menyadarkan “kelalaian” kita terhadap “kebodohan”. Terlepas dari kontroversi yang telah sedang dan akan terjadi :mrgreen:

Kecerdasaan hibah AllahSWT kepada setiap manusia, born to be a genious. Kesuksesan adalah kehendak atas hasil usaha. Kebodohan adalah pilihan bebas. Silahkan melilih yang sesuai keinginan, buktikan dengan apa yang dilakukan. The life is choise.

Born to be a genious. Belakangan sa senang banget dengan kata jenius ini. Sebuah kata penyemangat. Istilah ini mungkin pernah anda dengar tapi “Born to be a winner”. A winner must be a genious, but a genious not always be a winner. Karena kita born to be a winner, dan kita juga born to be a genious maka adalah suatu kelalaian terhadap kebodohan kalo kita masih menganggap kita ini ga bisa apa-apa. Teringat kata-kata Aa dan Teteh, si jenius yang pantang menyerah *sa suka banget sama kata-kata itu*. Sa akan menambahkan kata itu menjadi “Si jenius yang pantang menyerah untuk menjadi pemenang”.

Setiap orang adalah jenius. Jenius di bidang yang ia terlahir untuk itu. Bukan maksud menafikkan dengan mengatakan seseorang jenius itu tergantung bakat dan mitos lainnya, hanya saja seseorang memang tidak bisa jenius di segala bidang. Meski ia multi talent atau multi tasking, tapi tetap saja dia tidak hebat di segala bidang kan?

Back to soal membodohi otak. Menurut tulisan Pak EWA itu, yang namanya orang ketika ia membiarkan kesukaan, hobi, kepandaian de-es-be, maka sebenarnya ia sedang membodohi otaknya.

Sebuah tulisan mengenai kecerdasan dan kebiasaan, yang sejauh yang sa tau jarang sekali dibahas oleh para psikologi sekalipun. Namun Pak EWA berhasil mengemasnya menjadi menarik dan membuat kita berpikir..kecerdasan kita dan kebiasaan kita memang berimbas pada kecerdasan dan kebiasaan kita selanjutnya. Bingung? Ya sudahlah..pikir dan baca lagi saja.

 

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s