Jangan Terlalu Cerdas

Sebuah inspirasi lagi kalo ngobrol sama Mas Amri. Kami mulai berbincang setelah beliau mengucapkan salam dan menanyakan kembali posisi sa sekarang. Lalu beliau bertanya mengenai kesibukan sa, atau sa lebih suka menyebutnya tantangan keseharian. Sa menjawab “masih disuruh belajar di bag web”, tanpa diduga ternyata beliau akan menjawab, dan jawabannya menggelitik, “Jangan terlalu cerdas, nanti perusahaan-perusahaan akan takut menerima lho”. Waduh, maksudnya apa itu? Beliau lalu menjawab keheranan sa itu, “Takut perusahaan nggak berani menggajinya atau kalau terlalu pintar menjadi susah dinasehati, akhirnya jadi karyawan paling bodoh dech … “

Wah..wah sebuah pemikiran cemerlang yang sangat masuk di akal. Benar, terkadang orang kalo udah terlalu pintar susah dinasehatin karena menganggap dirinya lebih. Ini namanya orang pinter nan sombong. Yang satu lagi adalah perusahaan takut nerima, itu juga masuk akal karena semakin tinggi kualifikasi seseorang mau ga mau pasti mengharapkan respons perusahaan akan lebih tinggi karena kemungkinan orang tersebut mengharap gaji lebih juga. Wah, ini ga bagus juga.

Lah..terus ga boleh jadi orang pinter? Boleh kok. Dari perkataan Mas Amri, yang sa dapet sih bahwa kepintaran itu kalo ga bener niat, cara dan tujuan serta tidak dibarengi sama ketaqwaan kepada ALLAH, maka yang terjadi ya seperti yang beliau katakan bahwa perusahaan takut atau susah diberi nasihat. Na’udzubillah.

Iklan

One thought on “Jangan Terlalu Cerdas

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s