Perjuangan Kali Ini

Perjuangan SPMB kali ini bener-bener kerasa beda. Kalo dulu perjuangannya ga terlalu kerasa karena mungkin sa masih sekolah jadi gampang-gampang aja ngurus beasiswa dengan ini itu nya. Kalo sekarang udah kerja harus izin, sampe sampe 2 hari sa nyampe kantor siang terus, alhamdulillahna the kerjaan sebelumnya udah selesai dan lagi nunggu kerjaan yang baru, jadi ga terlalu was was izin juga. Cuma ya tetep ga enak. Hmm..kemarin yang bener-bener menghilangkan keluh kesah sa, karena harus ambil surat referensi dari guru SMA sa yang rumahnya di kaki gunung manglayang, di daerah gending jati ujung berung. Kesananya pake motor sama bapak dari kantor. Wah, perjalanan yang menyenangkan. Rela sa mah klo harus bolak-balik kesana lewat jalan yang sama. Kenapa? Karena sepanjang perjalanan kaya masih di desa, sawah membentang luas, lewat jalan-jalan yang sepi, pepohonannya masih banyak. Wah masih asli. Dan tempat seperti itu yang sa suka. Sekilas kaya pangalengan. Sa dulu sempet ke pangalengan sama… indah banget pemandangannya. Sayang sa xbelum hafal jalannya, klo hafal pengen da setiap kali sa butuh waktu sendiri pergi ke sana lagi. Percaya atau ngga hal seperti itu biasanya berhasil memperbaiki mood. Menyendiri dan/atau bertemu orang baru, masyarakat sekitar sana. Disana perkebunan teh membentang luas. Dari pengalaman itulah sa yang semula ga suka banget sama kebun the sa jadi suka jadi sama kebun the. Dulu sa ga suka kebun teh karena yang sa liat tuh kebun the yang warna tehnya tua, ga segar ga kaya waktu ke pangalengan. Pengen kesana lagi.. tapi agak sedih juga..nyeredet hate, hehe.

Back to SPMB, hmm perjuangan nyari rumah Bu Lilis, guru yang sangat sa sayangi Akhirnya setelah melewati berbagai tempat indah plus city view, sampailah di rumah Bu Lilis. Dan tahu, ternyata seorang guru peka terhadap sesuatu yang menurut sa mah sepele. Sa pernah beberapa kali ngirim lagu Guruku-nya Haris Shaffix, sa sms Ibu malem-malem itu the, sambil bilang, “Bu, coba dengerin MQFM di 102,7 FM, ada lagu untuk Ibu” gituh doing, dan tahu kemarin Ibu bilang apa? “Esa the sering ngirim lagu kanggo abdi” wah..sering katanya, padahal ketika keluar, awal-awal masih sms an tapi setelah itu sa jarang hubungi Ibu lagi, baru kemaren-kemaren kangen dan sms an sama Ibu.

Di sepanjang perjalanan, sa teringat sama perjuangan Arai dan Ikal untuk kuliah. Sms an juga sa, perma Teteh. Wah, perjuangan ade mah belum seberapa dibanding mereka.

Terima kasih untuk Kak Andrea Hirata yang udah ngajarin banyak hal. Sa yang masih sering ngeluh dan bahkan nangis karena “tantangan” yang sa dapat seperti Lintang –meski sa ga sepandai Lintang- yang harus membiayai keluarga, namun masih egois karena tak ingin mimpi ditepiskan di tepi kehidupan. Maka sa akan berusaha keras untuk mewujudkan mimpi sekolah sampai S2 minimal, dan juga membiayai adik-adik agar mereka bisa mengambil pelajaran dari kehidupan sa. Jadi malu karena sempat ingin mengakhiri mimpi-mimpi itu, dan seperti yang diceritakan dalam kisah awal The Alchemist.

“Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang ketika masih muda tahu takdir mereka. Pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu.”

Daya ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukkan padamu cara mewujudkan takdirmu. Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini siapapun dirimu, apapun yang kau lakukan, kalau engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tersebut bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini.”

“…Satu-satunya kewajiban manusia adalah mewujudkan takdirnya. Semua satu adanya. Dan saat engkau menginginkan sesuatu , seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s