Untuk Saudaraku yang Kucintai Karena ALLAH Semata

Untuk saudaraku yang kucintai karena ALLAH swt

“Jika engkau merasakan kekesatan dalam hatimu, maka duduklah dengan orang -orang yang berdzikir dan orang-orang yang zuhud.” (Ahmad bin Ali Al Hawariy Ad Damsyiqi)

Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta ALLAH swt. Mahal dan istimewanya kebersamaan kita pernah disinggung oleh Umar bih Khoththob r.a, “Tidak ada karunia ALLAH yang lebih baik bagi seseorang setelah ia masuk islam daripada memiliki saudara yang shalih”. Beliau lalu berpesan, “Jika ada di antara kalian merasa senang dengan saudaranya, hendaknya ia memegang saudaranya dengan kuat.” (bkn berarti ditalian nya 😛 )

Ikhwah fillah,

Peganglah kuat-kuat saudara shalih kita. Dalam kondisi taat, saudara shalih akan mendorong kita berbuat ketaatan yang lebih banyak. Dalam lalai, saudara yang shalih akan mengingatkan kita dari kelalaian. Dalam kondisi hati kita tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shalih akan membantu kita pulih kembali.

Duduklah bersama mereka. Membaca ayat-ayat ALLAH, merenungi petunjuk Rosululloh saw atau hanya sekadar bertatap muka. Itulah kebiasaan para salafush shalih. Mereka gemar bermujasalah (duduk-duduk) bersama orang-orang shalih yang bisa menentramkan hati.

Datanglah ke rumah-rumah saudaramu, seperti yang dilakukan Maimun bin Mahran yangpergi kepada guru generasi tabi’in, Hasan al Bashri dan mengatakan, “Wahai Abu Said (panggilan Hasan al Bashri), aku mulai merasakan kekesatan salam hatiku. Bantulah aku untuk melembutkannya kembali.”

Ikhwatii,

Ada orang yang memiliki kekuatan ruhani seperti itu. Ada orang yang bisa memberikan kesejukan pada kita. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama-sama kita disini, di jalan menyebarkan dan mengajak pada kebaikan, jalan yan gsitempuh para Rosul dan Nabi. Meski mereka saudara-saudara kita ini tak sebaik para shahabat, tabiin, dan salafush shalih, tapi pancaran wajah mereka bisa membuat hati luluh. Meski mereka tak setingkat dengan kualitas para sahabat, tabiin, dan salafush shalih, namum kata-kata mereka bisa membuat hati menjadi lembut.

dikutip dari buku Mencari Mutiara di Dasar Hati seri 2, Tarbawi Press, dengan sedikit perubahan

UHIBBUKUM FILLAH…

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s