Semua yang Terjadi Adalah Baik
Jumat, 26 Juni, 2009
Semua yang terjadi dalam kehidupan kita selalu sesuatu yang baik jika kita sikapi dengan baik. Apa pasal? Karena tiada Allah menimpakan sesuatu melainkan sesuai kemampuan hambaNya, karena Allah takkan pernah menzhalimi hambaNya dan karena selalu ada hikmah di balik setiap kejadian.
Semua semata untuk membuat kita semakin dewasa. Tidak ada penyesalan jika kita mampu mengambil hikmah dari kejadian buruk masa lalu. Tolong jangan salah artikan kata-kata sa itu. Yang sa maksud adalah tidak ada penyesalan jika diperbaiki. Percuma saja menyesal jika kita tak lebih baik dari sebelumnya.
Kesedihan, ketakutan, kemarahan, kebahagiaan, semua yang menimpa kita semata membuat kita lebih dewasa menghadapi kehidupan. Maka benar apa yang Rasulullah saw sabdakan bahwa beruntung orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Ia mampu mengambil hikmah kehidupannya dan senantiasa berusaha lebih baik lagi dari hari ke hari.
Semua yang terjadi adalah baik. Tak ada takdir Allah yang buruk, dan ingat sebelum takdir itu benar-benar menimpa kita diberi kesempatan dan kebebasan untuk memilih takdir kita sendiri. Mengambil jalan A kah atau jalan B atau yang lain. Jalan kemaksiatan kah yang kita pilih atau jalan kebaikan. Kita punya kebebasan penuh untuk menentukan meski sebenarnya Allah sudah tahu apa yang akan kita pilih.
Ya, semua yang terjadi adalah baik. Jangan meratapi nasib sedemikian membuat kita melupakan sabar dan syukur, membuat kita lupa akan nikmat-nikmat Allah yang lebih banyak daripada penderitaan.
Bismillah. Mari bersama belajar agar setiap saat kita senantiasa semakin yakin semua yang terjadi itu baik. Dan teruslah mendekat pada Yang Mahabaik agar senantiasa semakin kuat menjalani kehidupan. Amin.
Memahami Diri
Kamis, 25 Juni, 2009
Tengah merenung. Mengapa diri ini begitu rapuh menghadapi ujian. Antara cita, asa dan tanggung jawab. Bukanlah hal yang mudah bagiku saat ini membagi antara pekerjaan, kuliah dan amanah lain di luar. Tak hendak melepas semuanya karena semuanya amanah. Tidak bermaksud menanggalkan salah satu karena aku menginginkan diri ini tetap berada disana.
Seorang perfeksionis sepertiku bukanlah seorang yang senang jika didahului. Seorang dominan sepertiku bukanlah seorang yang senang diberikan kelonggaran saat yang lain bekerja keras. Seorang yang tidak suka terkalahkan secara mutlak. Aneh memang. Tapi itulah yang kini kupahami.
Ternyata aku bukanlah seseorang yang bisa dengan mudah menerima setiap ketidakpastian jika ketidakpastian itu seringkali terjadi. Bukan karena aku tak mampu menyesuaikan diri, tapi lebih pada akhirnya ketidakpastian itu membuatku merasakan kelelahan yang teramat sangat. Kelelahan yang tak berpenyebab pasti dan masuk ke dalam alam bawah sadar secara tak disadari. Hal seperti itulah yang membuat fisik ini begitu mudah tumbang, membuat pikiran begitu mudah dikacaukan dan membuat suasana hati tak menentu.
Ada baiknya setiap sesuatu ditulis. Demikian nasihat seorang kawan, Pak EWA namanya. Dosen yang rajin berbagi ilmu di blognya. Lama tak berkunjung ke blog beliau. Hari ini secara sengaja sa buka notes di FB. Bukan maksud mencari tulisan untuk mengingatkan diri, melainkan mencari tulisan mana yang belum dipublish di blog. Namun di luar dugaan, ada sebuah tulisan yang memang belum sa publish di blog. Tentang Jurus Pecinta Alam, pelajaran dari mereka untuk kita ambil dalam menghadapi kehidupan. Berhubungan dengan cita, asa dan capaian kita sebagai seorang manusia. Berikut isi tulisannya. Tulisan ini dibuat sekitar 2 pekan lalu dalam kegundahan yang sama yang tengah sa rasa saat ini,
Mm.. ga tau belakangan ini serasa capek banget.. ya di kantor ya di kampus.. Padahal klo diperhatikan lagi ga ada kegiatan yang bikin sedemikian capeknya..
Duh jd inget sama amanah yang dikasih Pa Rio, belum lagi targetan kerja dan targetan kuliah plus targetan lain.. I think I’m under pressure now.. Wanna escape but I think it’s not d answer of this.
Ok, mari kita belajar dari para pecinta alam [ongkoh katanya saya teh suka alam dan bertualang, tapi kok pelajaran ini luput dr sy ya]
pake jurus para pecinta alam de
lihat puncaknya dulu
dan mulailah berjalan
nikmati sungai yang ditelusuri
nikmati pohon yang dilalui
nikmati kabut yang menyergap
dan tanpa sadar kita akan sampai puncak
begitulah kita sikapi target waktu
Hmm.. bener juga ya.. and then what is d peak? “target itu puncak” papar Aa. “tapi ya nikmati aja prosesnya. kalau lihat puncak terus kita bisa pusing dan jatuh ke jurang karena nggak lihat jalan. kita berani ambil resiko untuk menempuh perjalanan terukur.. bergerak cepat dan menikmati adrenalin yg memuncak”
Hmm.. again he makes me think deeply..
Jazaakallaah A..
Terima kasih Allah telah mengirimkan orang-orang hebat ke kehidupan sa.. temen-temen kampus yg luar biasa dan keluarga kecil yg juga luar biasa.. Subhaanallaah..
Maka aku mulai melangkah belajar memahami diri dan mencoba mencari solusi. Adalah teman-teman kuliahku yang luar biasa. Mengajarkan bagaimana mengenal diri, mengenali kehidupan. Terima kasih.
Hidup Hanya Antara 0 dan 1
Rabu, 24 Juni, 2009
Maaf nih ya, bahasannya rada nyeleneh. Bukan mentang-mentang saya kentang, eh salah. Bukan mentang-mentang saya mahasiswi Teknik Informatika yang belajar digit biner, tapi karena setelah dilihat, dipikir dan ditimbang angka 0 dan 1 yang dimengerti computer tak ubahnya kehidupan kita. Mau tahu alasannya? Kita Tanya Galileo [hayyah, kayak acara di salah satu stasiun TV swasta aja. Tapi sekarang udah ga ada. Padahal bagus banget.]
Ok, back to topic. Kenapa sa bilang menarik karena 0 dan 1 adalah hubungan dengan kehidupan? Saya coba review sekilas tentang 2 angka unik ini yang ternyata ada di hampir semua alat elektronik untuk menandakan on-off. 1 dan 0 dalam dunia computer adalah 2 angka luar biasa yang menjadikan computer juga luar biasa. Dari 2 angka inilah kita dapat menikmati teknologi sekarang. Secanggih apapun, computer hanya mengerti 2 angka ini, 0 dan 1. Tak kurang dan tak lebih. Kedua angka ini hanyalah cara computer mengatur daya, 0 ketika tidak ada arus listrik dan 1 ketika ada arus. Dan demikianlah alat elektronik secanggih apapun bekerja, hanya pertaruhan ada tidaknya arus listrik yang masuk.
Maka, jika kita ambil hikmah dari digit biner ini, kehidupan kita tak ubahnya computer. Hanya ada 2 pilihan, 0 atau 1. Taat atau ingkar, syukur atau kufur, islam atau kafir, dan sebagainya. Hanya ada dua opsi saja yang dengan dua opsi itu kita melanjutkan hidup. Sedangkan untuk melanjutkan itu, kita hanya dapat memilih satu dari dua opsi, 0 atau 1. Tidak ada 0,5. Tidak ada.
Maka dalam menyikapi kehidupan itu sendiri kita selalu dihadapkan pada 2 opsi yang akan terus berkembang dengan pemangkatan 2. Kelipatan 2. Ketika pada pilihan pertama opsi jatuh pada angka 0, maka ia akan berkembang pada opsi berikutnya, tetap hanya 2 opsi, 0 atau 1 namun dalam konteks yang kadang sama atau serupa namun kadang juga beda.
Dalam perjalanannya, 0 dan 1 saling berkombinasi saling melengkapi membentuk sistem diri yang tangguh dan bahkan amat sangat canggih. Antara hidup dan mati. Antara satu aplikasi ke lain aplikasi. Semua hanya tergantung pada kombinasi cantik kedua angka ini.
Bilangan heksa, octal dan bilangan lain di computer apapun secanggih apapun secantik apapun tetaplah hanya hasil kombinasi kedua angka ini. Hanya hasil kombinasi dan manipulasi.
Dan seperti itulah kehidupan. Dipenuhi kombinasi pilihan. Membentuk pribadi yang semakin peka terhadap perubahan. Yang dengan 2 opsi itu ia melesat menuju ‘arsy. Menuju titik tertinggi cinta, Firdaus.. Karena hidup hanya antara 0 dan 1, tak ubahnya seperti komputer.. hanya ia lebih rumit dan kompleks yang dengannya Allah hendak menguji siapa yang taat dan siapa yang ingkar. Siapa yang pantas mendapat surga atau merasakan panasnya api neraka.
Maka Allah menyandingkan kesulitan dan kemudahan dalam satu kalimat. Ia menyandingkan pula syukur dan kufur. Menyandingkan Muslim dan kafir. Semata karena Ia ingin kita menemukan kombinasi unik kehidupan. Pandailah mengambil hikmah.
Di dunia ini banyak sekali hikmah, tinggal apakah kita mau mengambilnya atau tidak. Bukankah Rasulullah saw sendiri mengatakan bahwa hikmah adalah harta muslim yang hilang. Dimanapun ia temukan, maka ambillah.
Semoga bisa bersama menggali hikmah dalam kehidupan. Temukanlah kombinasi indah 0 dan 1..
Nasihat Cinta
Selasa, 23 Juni, 2009
Wah, beneran nih pekan ini bahasannya cinta ya. Hehe. Sy perhatiin hampir bahasan di FB sekalipun adalah tentang yang satu itu. Kenapa ya? Lagi musim ujan, gituh? Hehe..
Hari ini ga seperti biasanya untuk login ke wp sa login via wp-nya ga langsung via url epugi. Nah disana kan ada tag-tag yang ada di wp, salah satunya “Inspiration”. Sa coba buka deh itu tag dan tau ga!? Ada satu tulisan menarik judulnya “Difference between ‘Someone u love” n “Someone u like” [maaf tulisannya disingkat]. Kenapa menarik? Karena sehari sebelumnya sa dapet nasihat dari Aa tentang yang satu itu. Dan kenapa pula menarik padahal sudah dibahas? Karena perspektif Aa adalah perspektif muslim sejati menghadapi cinta, sedangkan tulisan ini adalah tulisan orang luar. Let’s see, is it same or not?
First of all, as I write d title. Ini adalah sebuah nasihat cinta yang indah untuk siapapun yang ingin mengenali cinta. Meski cinta hanya terdefinisi oleh cinta itu sendiri, dan ia hanya akan dipahami oleh jiwa pecinta ketika tak terucap.. namun nasihat ini patut diketahui bagi kalian yang ingin merasakan esensi cinta sesungguhnya. Beberapa sa tulis di tulisan sebelumnya. Anggaplah ini sambungan tulisannnya.
Duh, malu sebenernya nulis ini the. But it’s ok. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.
Ini adalah tentang menyelami samudera rasa. Berjuta puisi terlontar ke semesta raya hanya untuk menggambarkan satu rasa. Selami samudera rasa dan dapatkan makna mendalam tentang rasa di hatimu.
Selami samudera rasamu dan pahamilah ia meski engkau terengah karena kehabisan nafas di dalamnya. Selamilah keraguan yang melanda, pahami kenapa ia ada. Selamilah kejelasan rasa hingga kepastian kau dapatkan.
Ketika keraguan rasa terus menerpa, berilah dirimu waktu untuk berbicara dengan hatimu yang terdalam. Ia tak pernah berdusta tentang apapun bahkan kebencian sekalipun. Mungkin sempat membenci diri karena rasa atau membenci rasa karena pernah tersakiti. Tapi itu bukan alasan untuk dirimu membiarkan rasa itu mati selamanya dan tak pernah disiram kembali. Bukan alasan untukmu tidak memberi diri dan hatimu kesempatan.
Karena cinta bisa dipahami oleh cinta itu sendiri.. ia terdefinisi hanya oleh cinta itu sendiri.. maka tatanan tertinggi cinta adalah ketika ia mencapai ‘arsy-Nya Yang Mulia..
Pelajaran besar tentang cinta adalah kejujuran, kedewasaan, rasa untuk member dan tidak menuntut. Itulah yang harus kau temukan pada kekasih kita. Pada calon suami/istri kita. Selamilah rasa. Ajak perasaannya untuk jujur. Ukur kedalamannya. Dan beranilah mengambil keputusan. Allah tidak pernah memberikan pelajaran yang sia-sia untuk kita..
Selamat menyelami kedalaman rasa dan kejujuran jiwa..
To be continued to a post about difference I talking above.
Akhirnya Blogging Lagi
Minggu, 21 Juni, 2009
Setelah sekian lama koneksi ga bisa diajak kerjasama untuk blogging n browsing, alhamdulillah akhirnya hari ini bisa lagi. Menyenangkan bisa blogging lagi. Pekan ini lagi mellow.. ga tau kenapa bahasannya cinta mulu yang berakhir dengan satu kata yang tak usah lah kuucap pasti kalian tlah paham
Eh, karena kumargi kusabab bikos ane ga bisa blogging n other activities based on browsing jadi weh curhat [beuh curhat] di lokal pake word [karena ga punya mentahan WP jadi ga bisa blogging offline deh]. Tau ga? Aku teh saking mellow nya bikin banyak tulisan tentang cinta. Gila ya. Yang aneh tuh kemaren asli dilanda kehidupan yang aneh terkait satu bahasan itu. Wah pokoknya seru. Kangen kalian temen-temen blogger. Dah lama tak berkunjung ke “rumah” kalian dan berbincang meski sekejap saja. Tak apa lah. Moga lain kali bisa. Eh eh.. mau tau tulisan aku ga? Hoho..
Dari sebuah kejadian yang merubah paradigma sa tentang menyatakan cinta. Mmm.. jujur dari dulu sa lebih berpendapat jika seandainya kita mencintai seseorang sedangkan kita dalam keadaan yang tak memungkinkan untuk mencintanya alias cinta terlarang gituh mending jangan pernah tau perasaan dia dan jangan biarkan rasa itu tumbuh dalam diri kita dan jangan sampe juga dia tau perasaan kita ke dia.. bisa bahaya. Tapi kemaren beda dong.. Kemaren justru belajar dari seseorang ketika terlanjur kata itu terucap dan kita terlanjur tau. Sakit dong pastinya. Iya lah karena masing-masing tau ga bisa memiliki orang yang dicinta meski kalian saling mencinta. Ini nih tulisannya..
Jujurlah pada perasaanmu. Jujurlah pada orang yang engkau miliki rasa padanya. Jika itu adalah cinta. Dan jika itu adalah terlarang maka kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mencari solusi bersama. Jika rasa itu tak mungkin bersama, maka pahamilah bahwa cinta terkadang diuji. Terkadang cinta hanya sejenak saja mampir dalam kehidupan kita untuk menguji kedewasaan.
Belajarlah memberikan akal pada rasa. Dan belajarlah memberikan rasa pada akal. Hingga keduanya dapat berjalan beriringan dan saling memahami. Menghindarkan hal yang dapat mematikan salah satu, akal atau hati.
Bukanlah hal yang mudah untuk itu. Butuh proses yang lama. Butuh keberanian dan kekuatan. Tapi pahamilah esensi cinta sesungguhnya. Ia hadir untuk membahagiakan manusia. Dengannya manusia hidup dengan penuh warna. Jikalau ada rasa perih yang dirasa, yakinlah hal itu sementara saja. Tuhan di atas sana telah menyiapkan diri ini untuk cinta yang sesungguhnya, cinta yang membawa kebahagiaan.
Bisa saja seorang remaja melihat cinta dengan lebih dewasa. Bukan tak mungkin kita belajar dari anak muda itu dalam memahami cinta. Terkadang cinta yang mereka pahami begitu sederhana sehingga membuat kita tercenung sejenak tentang apa yang mereka ceritakan tentang cinta.
Perlu cukup waktu untuk lebih dewasa menyikapi rasa. Terkadang akal dikesampingkan hanya untuk mendapatkan cinta. Tidak salah. Tapi ingat, keduanya membuat kita hidup. Timbanglah hati dengan akal dan timbanglah akal dengan hati. Agar keputusan kita senantiasa membuat kita merasa bahagia seperih apapun.
Hoho.. aku kaget pas baca tulisan itu dong. Gimana ngga.. ternyata statement nya teh ya bagus pisan. Hehehe.. [Mulai narsis deh..] udah ah.. udah panjang banget. Yang pasti aku belajar banyak hal tentang cinta pekan ini..
Reach The Top of Peak
Selasa, 9 Juni, 2009
Sepertinya memang harus menyusun kembali agenda.. masalahnya adalah kelabakan antara kuliah dan kerja plus beberapa agenda di luar itu.
Kata Kang Davis sih, itu karena sa punya sesuatu yang ingin dicapai tapi belum kesampean. Mungkin bener. Dan itu juga yang jadi jawaban atas penyusunan kembali agenda untuk mencapai Top of The Peak.
Hmm.. mumpung momennya bagus, rumah baru, semangat baru, suasana baru dan tentu sebuah episode kehidupan baru.
Capaian, targetan, mimpi dan cita, asa, agenda semua harus disusun ulang. Rapi dan tak tercecer seperti saat ini. Pembukuan keuangan pribadi termasuk di dalamnya keuangan perusahaan [naon deuih.. maksudnya keuangan usaha-usaha sa] juga harus diperbaiki untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.
Tak lupa yang tak kalah penting adalah perbaikan amalan. Dalam riwayat Ahmad dikatakan, “Seorang yang kurang amalannya, maka Allah akan menimpakan kepadanya kesedihan dan kegelisahan”
Bukankah Rasulullah sendiri mengajarkan muhasabah diri dan merenung. Hmm.. speechless.
Ya Allah.. bantu sa untuk keluar dari lingkaran kebodohan diri. Bantu sa untuk menjadi sosok yang lebih baik. Semoga langkah yang tertatih bahkan terseok ini masih bisa teguh di jalanMu.. beri kami kekuatan dan anugerahkan kepada kami keteguhan..
Bismillah.. menyongsong sebuah kehidupan baru.. memaknainya dengan lebih baik. [Sepertinya langkah Aa yang hengkang dari FB akan sa ikuti.. meski sa ga hengkang 100% tapi sepertinya perlahan tapi pasti hingga sa siap dengan semuanya]. Mohon doanya ya temen-temen..
Kembali ke dunia nyata..
Amanah Baru
Senin, 1 Juni, 2009
Mâsyâ Allâh.. hari ini dapat kabar tentang sesuatu.. Sebuah amanah baru yang cukup membuat sa kaget.
Bercampur antara bahagia sekaligus khawatir. Bahagia karena itu amanah yang baik tapi khawatir tidak dapat melaksanakan amanah itu.
Now we’re working on Academic Information System. I wouldn’t say much about it just talking about my position here now. As a programmer and I am the lead programmer, lead my own boss Mr Rio.. hmm..
But it’s ok. Mr Rio said I can and I’m sure I can do this amanah. Bismillâhirrahmânirrahîm. Lâ hawla walâ quwwata illâ billâh al-’aliyyil ‘azhîm..
Wahai dzat yang mempercayakan amanah ini pada sa melalui Pak Rio, Dzat yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu.. anugerahkanlah kepada hamba kekuatan dan ilmu yang memadai untuk mengemban amanah ini dengan baik dan menyelesaikan setiap tugas dengan sebaik-baiknya sebagaimana Engkau senantiasa mengajarkan kami melalui Rasulullâh saw untuk selalu memberikan yang terbaik..
Bismillâhirrahmânirrahîm.. Lâ hawla walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.. Rabbi zidnî ‘ilman warzuqnî fahmâ..









