Hal ini sa dapet dari seorang Kakak Kelas, Teh Anne Ahira, yang isinya kurang lebih gini
Seperti apa Esa Mengukir Sejarah?
“The difference between a successful person and other is in a lack of will” – Vince Lombardi, 1913-1970, American football – Coach
Esa, kebanyakan dari manusia cukup puas hanya dengan lahir – hidup – dan lalu meninggal.
Hingga akhirnya yang tertinggal hanya 3 baris di Batu nisan, nama, lahir tanggal sekian, meninggal tanggal sekian.
Inginkah Esa menjalani hidup apa adanya seperti ini?
Seperti apa Esa mengukir Sejarah?
Ada 3 hal yang membedakan Esa dalam mengukir sejarah dengan kebanyakan orang dalam mengukir sejarah, yaitu
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.
1. Kemauan
Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup Esa.
Esa mau menjadi apa? Seperti apa? dan dimana? Tentunya hanya Esa yang paling mengetahuinya!
Cobalah untuk mencatat semuanya, baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekalipun! Esa pasti punya kemauan!
Jangan pernah katakan klo Esa ga punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek Esa. Kalau kita sudah mati, kita tidak bisa punya kemauan kecuali udahmati kita jadi zombi :-)
2. Keilmuan
Percaya, segala sesuatu pasti ada ilmunya!
Jika Esa punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik.
Itu sebabnya Esa harus mau BELAJAR dan BELAJAR. Esa bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ;-)
Ingat, tidak ada kata terlambat untuk belajar, mengenal , memahami, dan mengamalkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan Esa, dan mungkin juga untuk orang lain.
Dan satu lagi
3. Kesempatan
Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yan gmemutuskan apakah Esa bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak.
Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan Esa dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.
Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya.
Sebenarnya tidak demikian! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K itu.
Nah, sekarang padukan antara kemauan, keilmuan, dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan.
Dan percaya,,,ketika ketiga unsur ini terpadu dalam diri Esa, maka sejarah kebesaran tentang Esa telah dimulai.
Apa yang Teh Anne bilang benar, sepenuhnya hanya saja selama kita mengukir sejarah jangan lupakan semua yang mendukung sejarah kita dan ingat, ALLAH yang menentukan segalanya. Semua sudah diatur, tinggal apa kita mau berubah dan mengubahnya?
kembali ke awal
Like this:
Be the first to like this page.
wah .kereenn…pokoknya intinya satu jangan jadi manusia pra sejarah dimana orang hanya menebak-nebak sejarah kita he he he naooon geura…
Semangadddd untuk mengukir sejarah ya sa…ganbatteeeee…..!!!!
iya kang,jangan jadi manusia purba,yg ga jelas apa ada apa ngga 8) yang pasti mah,semga sejarah yg terukir di hati setiap orang yg kita kenal dan mengenal kita adalah sejarah yg baik.Amin.
Jangan lupa!!! kita adalah makhluk yang paling mulia. sejarah atau apapun bisa kita buat,karena sejarah (yang lebih besar #peradaban#)adalah sebuah hasil dari pemikiran manusia, Pemikiran Shohih atau fasad! itu masalahnya? amaliyah aqliyah yang kita lakukan melalui penginderaan terhadap (hal yang diridhoi Allah tentunya),fakta (yang kita Indera)ke dalam otak kita yang disertai dengan maklumat sebelumnya yang akan digunakan menafsirkan fakta. Jangan berpikir tentang dahulu (yang tak ada fakta), sejarah ukirlah dengan fakta yang ada sekarang. Karna kita berbeda dengan hewan (walau ada yang bilang manusia adalah hewan yang berakal), yang hanya punya kesadaran emosional (yang muncul dari naluri) namun tidak punya kesadaran rasional (muncul dari akal), Kita bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk menurut syara’.Kesadaran akan hubungan kita dengan ALLAH lah yang akan menentukan Qimah (niali) dari segala aktivitas kita.Salam alaikum WR Wb
Pertemuan bukanlah suatu kebetulan tapi suatu kesempatan.sejarah bukanlah suatu yang berulang tapi suatu yang dilahirkan
Afwan,jazakalloh
‘alaykum salam wr wb
Subhanalloh, terima kasih.
Kayanya sa kenal sama Rais Arkan ini, kaya pernah kenal gitu, boleh sy tau? bisa dikirim ke email aja di epugi_06@yahoo.co.id
Hatur nuhun, jazakalloh khoir.