Ingin Berhenti Sejenak
Senin, 30 Juni 2008
Ketika rasa ini begitu bercampur aduk, semua beban psikologis seolah bertumpuk tak karuan..ingin rasanya pergi dari semua ini dan lari sejenak menenangkan diri ke sebuah tempat yang tak seorang pun mengenalku, dimana aku bisa menyendiri dan merenung. Menangis dan mengeluh tanpa diketahui orang lain. Hanya ALLAH dan aku. Namun aku tahu pasti hal itu tidak selamanya benar meski ia adalah sesuatu yang diperbolehkan asal demi kebaikan.
Ingin berhenti sejenak. Bukan untuk lari dari tanggung jawab, hanya butuh waktu untuk sendiri. Merenung dan berpikir mengenai semua yang terjadi selama ini.
Sementara sa putuskan untuk rehat sejenak dari semua kegiatan selama ini. Mungkin akan mengurus satu amanah yang selama ini terbengkalai dan sempat ditegur kemarin. Harus berpikir keras.
Berhenti bukan untuk mundur, hanya butuh waktu sejenak untuk berbenah, membenahi yang selama ini sa lakukan.
Di tengah hiruk pikuk yang melanda kehidupan sa selama ini, hari ini Pak Rio bahwa Zahra ke kantor..akhirnya di depan dia sa dipaksa tersenyum. Dia ga tahu yang sedang sa alami. Dingin aja dia ngajak maen. Dan alhamdulillah, akhirnya sa bisa tersenyum..semua beban terasa lebih ringan saat ini, saat tulisan ini dirampungkan *setelah sempat tertahan karena Zahra pengen maen komputer*. Terima kasih Zahra.
Sa lagi kangen sama Haydar dan Nisa. Jika kemarin sa kangen sama Zahra, Rahma dan Teh Fina dan hari ini masih bisa melihat dan main sama Zahra trus chat sama Teh Fina kemarin Jumat. Kalo sama Teh Yani, Haydar dan Nisa..kayanya agak susah
