05.15.08
PMS
Baca PMS inget apa hayoh..
PMS ya PMS, istilah ini sebenernya dari sobat sa, Iyam yang ngirim sms curhatan berisi puisi dengan kata-kata di akhir sms nya, “PMS - Pre Marriage Syndrome”. Ya, ada-ada aja emang, tapi seperti isi smsnya, PMS itu sa juga tengah mengalami, jadi sa cukup ngerti isi sms nya. Disini, sa pengen nulisin tentang yang harus diwaspadain klo PMS muncul
Hmm…dalam perjalanan nulis tulisan ini, sa malah diberondong sama pertanyaan karena sa masang status message PMS ini di YM. Kontroversi..bukan sih, cuma jadi banyak yang komentar gituh. Dan paling bikin senyum-senyum sendiri itu ya Kang Iman yang penasaran banget soal ini. Ok deh, kita coba bahas, klo ada yang mau menambahkan, silahkan.
Pertama, pengertian PMS ini dulu deh, jadi PMS tuh kami, sa khususnya mengartikan ciri-ciri klo seseorang emang udah mesti nikah
dan beberapa faktor yang akan dirasakan dan harus diwaspadai karena kalo ngga diwaspadai maka hal itu hanya akan membawa kita pada kebinasaan yang akan membawa pada penyesalan.
Kedua, kita mulai masuk deh ke inti persoalan. Sebenernya ciri-ciri ini bisa diketahui oleh masing-masing dengan adanya perasaan siap dan matang untuk menuju jenjang yang satu itu. Hanya dia yang tau persis apakah dia memang siap atau tidak, bisa juga dilihat dari kapasitas ilmunya. Loh kok? Iya lah, nikah juga ada ilmunya kalee, ga asal comot. Ini pertaruhan dunia-akhirat kawan! Klo asal..wah bahaya..
Disini sa cum pengen berbagi sama temen-temen, bahwa klo perasaan mantap itu sudah muncul dalam diri kita, kita harus hati-hati, ekstra hati-hati lebih dari sebelumnya. Kenapa? Karena akan membawa kita pada perasaan yang tentu saja sulit dikendalikan.
1. Perasaan suka pada pasangan jenis. Jika tidak dikendalikan jangankan bagi antum yang udah siap nikah, yg belom siap aja mesti hati-hati. Tapi buat yang udah siap nikah harus lebih bisa ghadhul bashar, soalnya klo enggak, begitu kita lihat sekilas pasangan jenis kita sesuai kriteria calon pasangan kita, wah, susah ngilanginnya klo ga kuat-kuat amat imannya.
2. Interaksi. Hati-hati juga sama interaksi baik lewat chat atau yang sejenis yang kita kira sekilas tak membahayakan. Bahaya deh pokoknya.
3. Ilmu. Bagi yang udah “kebelet” wah telaah lagi tuh, ilmunya emang udah mumpuni apa belum, minimal persiapan deh. Cir-cirinya ya, shaum dan alternatif lainnya udah dijalanin tapi masih tetep dag-dig-dug.
Hmm yang pasti buat yang udah punya niat, trus ternyata udah punya calon, jangan ditunda-tunda lagi deh klo emang udah mantep. Klo belom? Harus jelas batas waktunya coz jaga hati itu susah loh *ngalamin*. Klo ternyata belom juga, mending di-cut aja dulu deh biar lebih aman. Caranya? Minta petunjuk sama ALLAH, supaya dibimbing dalam mengatakannya dan tentu dengan cara sebaik-baiknya. Ada artikel dari seorang teman, Akh HaPo, syukran ya Akh soal itu.














