05.05.08

Berdiri

Ditulis dalam Belajar Yuk, Buku, My Day, Penting, Shalatku pada 16:39:28 oleh Esa

Shalat lima waktu wajib dilakukan sambil berdiri. Rasulullah saw bersabda, “Shalatlah sambil berdiri. Kalau kamu tidak mampu, lakukan sambil duduk. Kalau kamu tidak mampu, lakukan sambil berbaring.” (HR. Bukhari). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat lima waktu harus berdiri, wajib hukumnya kecuali kalau tidak mampu, bisa karena sakit, dalam keadaan darurat atau shalat dalam kendaraan dan sebagainya.

Pahala atau keutamaan orang yang shalat sambil duduk atau berbaring karena sakit atau keadaan darurat lainnya sama dengan pahala orang yang sambil berdiri, sebagaimana disabdakan Rasulullah saw., “Apabila seorang hamba sakit atau safar, ALLAH akan mencatat amalnya seperti orang yang sehat atau mukim (tidak safar)” (HR. Bukhari).

Sedangkan shalat sambil berdiri dalam shalat sunnah statusnya bukan wajib. Artinya, walaupun kita kuat berdiri kalau ingin shalat sambil duduk, shalatnya tetap sah namun pahala shalat sunnahnya berkurang setengahnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Pahala orang yang shalat sambil duduk, padahal mampu berdiri adalah setengah dari pahala orang yang shalat sambil berdiri.” (HR. Bukhari)

Niat

Ditulis dalam Shalatku pada 15:59:51 oleh Esa

Niat menurut bahasa artinya al-qahsdu (bermaksud). Sedangkan menurut syari’at, niat artinya menghadapkan kati pada suatu aktivitas dengan mengharap ridha ALLAH dan melaksanakan perintahNya. Jadi, inti niat adalah mengarahkan jarum hati pada suatu ibadah. Hal ini mengandung makna bahwa niat merupakan pekerjaan hati, bukan pekerjaan lisan. Kita tidak usah ragu akan kepastian niat dalam hati karena ALLAH Mahatahu segalanya.

“…Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (Ali Imran: 119)

“…sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).” (Al-Maidah: 7)

“…Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (Al-Anfal: 43)

Dan perkataan serupa terdapat pada ayat-ayat lainnya, misalnya: Huud: 5, Luqman: 23, Faathir: 38, Asy-Syuraa: 24, Al-Hadiid: 6, At-Taghaabuun: 4, dan Al-Mulk: 13.

Niat memiliki kedudukan penting dalam shalat. Ahli fikih menjadikan niat sebagai rukun shalat. Rukun artinya bagian-bagian yang tidak boleh dilepaskan atau ditinggalkan karena akan merusak seluruh ibadah. Niat sebagai rukun shalat berarti meninggalkan niat bisa membuat shalat tidak sah. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya amal itu bergantung pada niat..” (HR. Bukhari)

Niat adalah pekerjaan hati, tidak harus diucapkan. Sekalipun tidak membaca ushallii fardhuhzd zhurhi…dst dan yang lainnya –alias tidak mengucapkannya, asal hati sudah mengarahkan untuk shalat, pekerjaan niat sudah terpenuhi.

Hmm..jadi ya gituh temen-temen yang tertulis dalam buku tersebut pada bab gerakan shalat poin niat. Jadi, buat temen-temen ga ada lagi ya pertengkaran soal ini, satu-satunya perbedaan yang boleh di kalangan para ulama adalah persoalan fikih, bahkan persoalan ini terjadi dari sejak zaman Rasulullah saw. Sekarang, yuk belajar melakukan sesuatu sesuai ilmunya. Jangan taqlid alias ikut-ikutan doang alias jadi bebek. Harus punya ilmunya. Wallahu a’lam bish shawwab.

Sudah Benarkah Shalatku?

Ditulis dalam Artikel, Belajar Yuk, Penting, Renungan, Shalatku pada 14:19:09 oleh Esa

Sudah Benarkah Shalatku? ini merupakan sebuah judul buku karangan Pa Aam Amiruddin yang sedang sa baca. Jujur sa baca langsung ke gerakan shalatnya karena bener-bener pengen tau landasan shalat sa selama ini seperti apa, dan hal itu akan menguatkan keyakinan bahwa shalat kita bener sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dalam buku itu sebenernya dibahas seperti bahasan shalat lainnya diawali dengan bab Thaharah. Tapi bukan menyepelekan bab-bab sebelum gerakan shalat, tapi lebih ke bahwa beberapa waktu lalu sa bahkan ragu apakah shalat sa bener ga selama ini. Klo gerakan sama doa/bacaannya aja udah ga sesuai contoh Rasulullah SAW, kesempatan shalat kita bermakna dan diterima ALLAH tentu semakin jauh. Tapi itu urusan ALLAH sih memang, meski begitu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari tahu tentang bagaimana Rasulullah melakukan ibadah yang satu ini, karena seperti yang beliau sabdakan: “Shalluu kamaa ra-aytumuu ushallii”, shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat. Dan sejauh yang sa tau, hanya shalat yang harus bener-bener “nyunnah”. Setiap ibadah mahdhah memang harus sesuai sunnah Rasul, tapi shalat adalah yang paling urgent untuk kita ketahui. Itu menurut sa, dan sejauh pengetahuan sa, shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab, sedangkan baik-buruknya seseorang juga dipengaruhi oleh shalat karena baik-buruknya hati adalah tergantung hubungan dia dengan Rabbnya yang bisa terindikasi sesuai dengan baik-buruknya shalatnya. Bukankah shalat salah satunya mencegah perbuatan keji dan mungkar?

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut: 45)

Nah, klo masih ada yang STMJ alias shalat terus maksiat jalan? Ya itu perlu dipertanyakan lagi kualitas shalatnya. Soal diterima sama ALLAH atau ngga sih itu mah urusan ALLAH, bukan hak kita mengklaim. Di blog ini, rencana nya sa mau nulis apa yang ada di buku itu, sedikit ada perubahan pasti, cuma memang lebih enak beli bukunya karena ada ilustrasi gambarnya. *Sa ga dibayar kok :mrgreen: *

Menyesali Masa Lalu

Ditulis dalam Belajar Yuk, My Day, Penting, Renungan pada 14:02:41 oleh Esa

Menyesal selalu timbul kemudian. Kata-kata itu memang benar, jika penyesalan tidak hadir kemudian, ada yang patut dipertanyakan.

Namun, menyesali dan meratapi masa lalu tidaklah bagus jika berlebihan, karena segala sesuatu jika berlebihan akan menimbulkan hal yang negatif.

Seseorang diharuskan melihat masa lalu untuk mengambil pelajaran darinya, bukan meratapi dan berandai-andai dengan mengatakan “Coba kalo dulu ngga ngelakuin itu, pasti…” atau “Coba dulu ngelakuin ini, kayanya ga bakal kaya sekarang” dst. Kata-kata serupa dengan itu akan membuat si pelaku merasakan penyesalan-penyesalan yang sebenernya ga guna.

Lihatlah ke belakang, dan perbaiki masa kini dan masa lalu. Jika kita ibaratkan seorang pengendara, lihatlah belakang anda dengan melihat spion, tapi itu untuk seperlunya aja setelah itu jangan terlena tapi perhatikanlah ke depan, masa yang tengah dan akan kita hadapi.

Menyesal atas kejadian masa lalu memang penting dan harus, namun ingat untuk tetap menatap masa depan dengan tekad memperbaiki kesalahan itu dan tentu mengambil pelajaran dari masa lalu untuk masa kini dan masa mendatang.

Ketika kita mengatakan kata-kata penyesalan seperti tadi di atas, maka ketika itu juga kita seolah menyesali takdir ALLAH. Mengatakan bahwa ALLAH ga adil dan ga tau yang terbaik bagi kita. Agak harus hati-hati juga karena ini hubungannya sama Qadha dan Qadar. ALLAH Maha Tahu, dan kita diberi kesempatan memilih, namun karena manusia memiliki akal, nafsu, mata, hati, telinga dan semua potensi lebih dari ALLAH, terkadang manusia terjerumus juga. Ingat, jangan terjebak pada penyesalan tak berujung, karena akan mengganggu kelangsungan kehidupan kita.

Ingat untuk berhati-hati dengan niat, ucapan dan perbuatan karena hal itu jika salah sedikit saja dalam keyakinan akan menyebabkan rusaknya amal bahkan menjerumuskan ke dalam dosa. So, careful ya.

Jabbar

Ditulis dalam Artikel, My Day pada 11:31:53 oleh Esa

Heheh, ini mah cuma kepikiran aja plus semoga jadi doa. Kepikiran ketika kemaren pilgub Jabar.

Jika kita perhatikan, dari semua provinsi di Pulau Jawa maka akan muncul nama Jawa Barat yang kemudian disingkat menjadi Jabar. Dan perhatikan pula, dari sekian nama provinsi di Pulau Jawa itu, cuma Jawa Barat alias Jabar yang ada dalam asma ALLAH, al-Jabbar.

Semoga, nama Jabar akan mengadopsi setidaknya sifat Jabbar ALLAH. Dan tentu semoga Indonesia bisa bener-bener menjadi negara muslim yang bener. Lah, bukannya selama ini juga kita negara muslim? Iya, cuma panggilannya aja, tapi kenyataannya ngga kan? Yuk, kita sama-sama berjuang untuk tegaknya syari’at Islam dalam diri pribadi masing-masing, sebarkan ke keluarga, masyarakat, dan akhirnya seluruh negara, dan dunia. ALLAHU AKBAR!!!

Ketika Pekerjaan Menjadi Hobi dan Hobi Menjadi Pekerjaan

Ditulis dalam Artikel, My Day pada 11:19:10 oleh Esa

Banyak orang yang mengeluhkan stress karena pekerjaannya. Ya, sa juga pernah ngalamin sih hal seperti itu. Dan banyak juga kita dengar bahwa orang sangat menikmati hobinya. Nah, kemaren ketika denger ceramah Mas Amri di Bandung Utara.

Jika kita menjadikan hobi menjadi pekerjaan, maka kita akan merasakan semangat dan sebagainya karena hobi kita merupakan sesuatu yang menyenangkan bukan, maka akan dengan senang hati kita kerjakan.

Jika pekerjaan jadi hobi, maka ia akan menyenangkan pula karena kita akan membiasakan diri untuk merasa senang terhadap pekerjaan kita, sehingga kita akan optimal improve diri dalam bidang yang kita geluti dalam pekerjaan.

Tul gak?!

Hati-hati Dengan Perkataan

Ditulis dalam Biasa, My Day pada 10:15:35 oleh Esa

Kata-kata seperti itu pasri sering kali temen-temen denger atau baca. Dan kesan yang tertangkap dari kata-kata itu sepertinya negatif ya? Bisa ya, bisa tidak klo bagi saya mah. Kenapa? Karena kejadian yang saya alami ini terserah temen-temen mau nganggap ini keberuntungan atau sebaliknya. Tapi semua hal bisa jadi baik tergantung kita menyikapinya kan?

Nah, yang sa alami adalah ketika dulu pertama kali PKL, sa PKL di Terakorp kan yang notabene adalah sebuah perusahaan IT Consultant dengan spesialisasi utamanya adalah Sistem Informasi web based. Sempat waktu setelah akhirnya memutuskan untuk PKL disana, beberapa hari setelah tahu bidang pekerjaan disana, sa bilang gini, “Wah, bisa-bisa ntar TA ga jadi pake VB dong, tapi jadi web.” Memang kata-kata itu akhirnya tidak jadi kenyataan dalam arti sa TA tetep bikin program pake VB. Tapi ada kata-kata lain yang sa ucapkan mengikuti kata-kata itu, “Klo gini caranya, sa bisa-bisa malah lebih expert di web daripada di VB.” Dan kata-kata itu mendekati kenyataan, sekarang sa lebih bisa ngejawab tentang web *meski baru selevel CMS* dibanding VB. Tapi gapapa, sa tetep pengen bisa VB..

Jadi, harus bener-bener hati-hati sama kata-kata.