05.30.08

Target Sih Boleh

Ditulis dalam My Day pada 16:00:53 oleh Esa

Kemarin sa sengaja minta izin ga masuk kerja karena ada seminar peluang bisnis jam 1 siang. Karena nanggung *khawatir kantor ga buka pagi-pagi* sa akhirnya minta izin ga masuk aja sekalian. Memutuskan untuk mampir ke kampus, karena tempat seminar di jl. Banda, deket dari kampus.

Kangen juga sama kampus. Pada nanya, “Kemana aja?” hehe..

Trus malemnya janjian sama temen, ketemu di kampus selesai seminar *beliau sendiri kerja, jadi nunggu pulang kerja*. Banyak hal yang diobrolkan, terutama mengenai DD (Dompet Dhuafa) karena sa dulu pernah bekerja disana. Ya, biasa nanya-nanya kabar. Disana juga ada istri dan putra-putri dosen sa, “Sengaja mampir” ujar istri dosen sa itu. Malam makin larut, dosen sa beserta keluarga pulang. “Mau sampai kapan Teh?” tanyaku pada beliau. “Nanti, nunggu Pa Firman dan keluarganya pulang dulu, malu.” ok deh. Lalu kamipun melangkah meninggalkan kampus. Niat awal mau makan Baso Bang Toyib, tapi udah tutup. Akhirnya kami makan malam di tempat nasi padang, tempat yang bersejarah karena kami pertama kali makan disana ketika sa dapet “reward” dari Pa Firman. :mrgreen:

Kami mengobrol sepanjang makan malam itu, hingga ketika selesai makan, sampailah pada pertanyaanku *yang akhirnya menjadi bumerang bagiku*, “Jadi, kapan nih Teh?”, beliau langsung mengerti pertanyaanku. Akhirnya hal yang tidak kuduga ditanyakannya, “Ai Echa kumaha?” waduh. Bercerita sedikit mengenai keadaan, dan akhirnya beliau bertanya, “Echa mah da masih muda. Target iraha?”, target? Hmm..sejujurnya dulu waktu SMA kepikirannya tingkat 2 nikah, tapi berhubung kuliahnya ga nyampe ke tingkat dua alias cuma setahun trus lulus, ya gimana dong?! “Ya, paling telat sih 22 Teh. Pengennya tahun ini” jawabku. “Teteh ge dulu target 22, tapi sekarang udah 26, belum juga”. Sa cuma tersenyum miris, merasa bersalah juga.

Ya, Teh. Akhirnya kita hanya bisa menargetkan dan hanya ALLAH yang akan menentukan dan Dia pasti tahu kapan saat terbaik kita menggenapkan setengah din itu :) Sa sendiri sedang belajar bersabar untuk itu..

Kenapa Malaysia Lebih Maju

Ditulis dalam My Day pada 14:53:41 oleh Esa

Sebenernya pertanyaan itu sering ditanyakan banyak pihak. Tergelitik juga dengan pertanyaannya. “Bukankah dulu mereka yang berguru pada kita, malah sekarang kita yang menuntut ilmu disana.” Ya, memang benar. Malaysia kini lebih maju. Masalah kenapa nya, ya mungkin seperti yang dikatakan pepatah, bahwa murid harus lebih baik dari gurunya. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, dan itu sudah dilaksanakan dan diterapkan dengan baik oleh murid kita kan?! :mrgreen:

The Limit Is The Sky

Ditulis dalam My Day pada 10:56:46 oleh Esa

Ketika kita menyadari bahwa kita manusia, maka sesungguhnya tidak ada yang dapat membatasi Anda untuk mencapai keinginan dan cita-cita Anda selain ALLAH dan Anda sendiri.

Ketika kita menyadari bahwa kita adalah seorang muslim yang telah siap dengan segala konsekuensinya, maka sesungguhnya tidak ada perintah ALLAH yang tidak dapat kita jalankan dan tidak ada larangan ALLAH yang tidak dapat kita hindarkan karena itu firman ALLAH dalam surah al-baqarah: 286 dan di beberapa ayat lainnya.

Sesungguhnya kemampuan kita unlimited. Our limit is ourself who always make us stop our steps. The limit is the sky, it means when u reach the sky, that’s ur limit. But, u need to remember that sky is unlimited creator. ALLAH has made 7 sky which in Arabic it means unlimited. So..we are unlimited!!

Satu Tubuh Itu Berarti

Ditulis dalam My Day pada 10:50:35 oleh Esa

Setelah terlintas sebuah perumpamaan yang sering kita dengar itu bahwa kita, muslim adalah ibarat satu tubuh. Hanya saja setiap kali diartikan dengan empati, yakni ketika satu bagian tubuh merasa sakit, maka bagian yang lain pun merasakannya. Nah, tapi sa kepikiran tugas lain, pengertian lain mengenai perumpamaan ini.

Ketika kita mengatakan satu tubuh, sudah dapat dipastikan bahwa tubuh terdiri dari berbagai anggota tubuh yang saling berbeda namun bersinergi. Nah, itulah yang sa pikirkan. Bahwa ketika kita benar-benar satu tubuh, tidak hanya berempati tapi juga berbagi dan bersinergi.

Kita sebagai salah satu anggota “tubuh” itu ga bisa semuanya jadi tangan atau jadi otak, melainkan jalankanlah peran dan fungsi kita masing-masing. Kita memang sengaja oleh ALLAH diciptakan berbeda, salah satunya mungkin agar kita dapat bersinergi melaksanakan tugas kita masing-masing, ada yang jadi otak, mata, tangan, kaki, jantung, dll. Dan semuanya itu seperti halnya tubuh kita bersinergi satu sama lain melakukan tugasnya masing-masing sesuai penciptaannya. Tidak ada yang namanya saling sikut karena masing-masing sudah tahu perannya dimana. Siapa bilang otak adalah segalanya? Dia hanya pusat pengendali yang juga didukung komponen lain, misal saraf. Dan ingat saraf juga adalah kumpulan sel-sel kecil yang berbeda namun bersinergi.

Jika Anda mau mengingat atau bahkan membuka kembali pelajaran biologi, Anda dipastikan mengerti maksud saya. Kebayang dong klo semuanya pengen jadi otak. Lantas siapa yang akan menggerakkan tubuh itu? Yang menerima perintah dari otal? Dan siapa yang menjadi “informan” yang memberitahu pada organ tubuh bahwa otak memerintahkan demikian jika antaranggota tubuh tidak bersinergi dan saling menyombongkan diri?

Coba saja perhatikan keadaan tubuh Anda ketika salah satu bagian tidak sehat, maka selain seluruh tubuh kena getahnya, tapi juga beberapa bagian lain bisa ikut-ikutan sakit. Jadi bukan masalah siapa saya atau jabatan saya, yang penting adalah Anda benar-benar tahu “siapa Anda yang sebenarnya” lalu melakukan tugas Anda sesuai profesi Anda, sesuai Anda bisa berkontribusinya dimana. Ga harus semuanya jadi da’i dalam arti berdakwah sana-sini berkeliling, Anda bisa jadi da’i di kantor Anda atau di tempat apapun dimana Anda berada, prehatikanlah ayat berikut yang megisyaratkan kepada kita untuk “berbagi tugas dan peran”,

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122)

wallahu a’lam bish shawwab..

Merhatiin Pertandingan

Ditulis dalam My Day pada 10:34:58 oleh Esa

Kemaren-kemaren ketika sa perhatiin beberapa pertandingan, sa malah merenung. Sebenernya di balik setiap pertandingan secara implisit alias secara tidak langsung mengajarkan kepada kita *dan siapapun* untuk memiliki sifat “Bahagia di atas duka orang lain”.

Coba aja perhatikan. Ketika kita mendukung tim kesayangan kita *pun dengan para pemainnya* maka akan serta merta bersorak sorai ketika tim tersebut menang atau berhasil memasukkan gol *bagi sepakbola misalnya* sedangkan tim lawan tengah merasa sedih, dan ketika tim kita kalah karena gawangnya kebobolan, kita sedih ketika orang lain malah merasa senang. Hayoh ngaku!! :evil:

Selain itu kita juga dibiasakan dengan sifat menyalahkan orang lain. Di beberapa pertandingan *misal ketika piala Uber dan Thomas kemaren*, penonton yang “aneh” akan menyalahkan dan bilang “Wah harusnya si A tadi begini, begitu.” atau “Si A ini ceroboh ih. Coba klo dia ga ceroboh, bisa menang kita” atau “Si A udah menurun kualitasnya, jadi aja kalah” dan sebagainya. Padahal, klo mereka yang di posisi pemain itu *si A*, belum tentu dia juga bisa lebih baik, bener ga? :mrgreen:

Ya, itu mah cuma persepsi saya, klo ga setuju ya mohon dimaafkan aja deh.

The Art of Da’wah 2

Ditulis dalam My Day pada 10:23:27 oleh Esa

Keberhasilan Da’wah

taqwa -> tunduk patuh secara total kepada ALLAH

Pahala taqwa ALLAH = 1, manusia = 0, dan pahala taqwa adalah tak terhingga. Kasih sayang ALLAH tak terhingga bagi yang bertaqwa.

Modal Da’wah

  • Al-Ahqaf: 35
    “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”
  • Luqman: 17
    “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Kesadaran Sejarah

  • Langkah kita tak pernah terpisahkan dari apa yang telah dilakukan para mujahid dakwah dari zaman ke zaman
  • Jangan terjebak untuk menghitung peran diri lalu lupa pada jejak yang telah lalu

Ujian dari Luar

  • Al-Isra: 73-75
    “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
  • Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
  • kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.”
  • Dakwah dapat dijalankan dengan baik untuk mereka yang merdeka jiwanya
  • Memenuhi kebutuhan tumah tangga. Tapi tidak ada muballigh yang mati kelaparan di tengah umat.
  • Pasangan hidup
  • Anak dan Keluarga

Hati-hati

  • Pengaruh dan popularitas
  • Puja puji
  • Gengsi
  • Kemegahan diri
  • Tahan uji
  • Teror
  • Intimidasi
  • Kezhaliman sosial dan ekonomi

Uswah Hasanah

Nabi mengajarkan, adab tak boleh mengganggu kemurnian tauhid. Pedoman ALLAH Al-Bayyinah: 5

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

Da’wah

  • Tidak ada pekerjaan yang menyenangkan dari pekerjaan mengurus persoalan Islam
  • Dengan niat menolong ALLAH niscaya ALLAH akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.

05.28.08

Sekadar Job Review

Ditulis dalam My Day pada 17:26:29 oleh Esa

Hari ini kerjaan dah beres sampe Category yang berarti Section dan step sebelum-sebelumnya udah selesai, alhamdulillah. Jumat harusnya udah beres. Email dari klien belum nyampe juga. Konsep situs udah mulai jelas, jadi mempermudah sa dalam bekerja, ga usah pusing atau sekadar nebak-nebak.

Step by Step Modul juga digarap berbarengan dengan pembuatan situs dan sudah sampai ke pembuatan kategori dan termasuk translasi.

Menu dan konten lainnya belum ditranlasi karena pengen beresin semua yang diperlukan dulu.

to be continued..

« Older entries