03.21.08
Shalat dan Hipnotis
Sore ini beajar hpnotis untuk meningkatkan “standar” hidup. Dari sana sa justru belajar, jika shalat kita seperti yang Rasulullah contohkan, hilangkan segala macam pikiran selain ALLAH. Hilangkan saja semua masalah, lempar jauh-jauh ketika anda menghadap ALLAH, malika seperti step awal hipnotis itu, anda akan menemukan ketenangan. Itulah mengapa Rasulullah seringkali meminta Bilal ketika waktu shalat tiba, mengumandangkan adzan “Hiburlah kami dengan shalat” demikian yang beliau katakan kepada Bilal. Ketika “BT” beliau akan mendirikan shalat, menghadap pada Sang Pemilik segala sesuatu, “Shalat adalah hiburan Rasulullah” demikianlah kata para sahabat mengenai apa yang dikatakan kekasih ALLAH mengenai shalat. Bagaimana tidak, pikiran kosong selain dari ALLAH dan fokus, kemudian mengadu kepada ALLAH Sang Pemilik Semesta, Sang Pemilik Kekuatan. Lalu apa yang akan dirisaukan lagi oleh orang yang telah sepenuhnya pasrah pada Sang Pemilik Kerajaan, tak ada yang perlu ia khawatirkan bukan berkaitan dengan kehidupannya. Kecuali risau bahwa ALLAH akan murka lah yang membuat mereka ahli ibadah menangis tersedu di hadapan Raja mereka dan membuat mereka gemetar ketakutan. AdzabNya lah yang mereka risaukan selama hidupnya dan teramat bahagia serta yakin akan janji ALLAH, serta amat mengharap bertemu dengan Tuhan mereka. Lalu apa yang mereka risaukan jika yang mereka harapkan hanyalah keridoan Rabb mereka yang akan mereka temui setelah selesai melaksanakan tugasnya di dunia sebagai khalifah ALLAH. Maha Benar ALLAH yang bersabda,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”" Fushilat: 30
“(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.” Al-Anbiya: 49
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” Al-A’raf: 56














