Membaca dan Menulis Adalah Perintah Pertama
Kamis, 24 Januari 2008
Masih ingat sama wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah saw? Kayanya anak kecilpun tahu ya, surah dan ayah berapa 8o
Yup, betul klo anda menjawab Al-’Alaq ayat 1-5. Trus kenapa? Ya, tadi pagi usai witr sa jadi kepikiran *alhamdulillah* tentang ayat itu hubungannya dengan hobi kita semua.. menulis dan membaca. Bingung?
coba deh sekali lagi perhatikan tafsirnya berikut *sy copy-paste dari Al-Quran Digital*
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Coba perhatikan pada ayat tersebut, sy coba beri warna merah jambu. Seperti yang kita tahu, dari dulu ayat pertama mengenai membaca lah yang disinggung oleh siapapun dalam menafsirkan ayat ini. *termasuk temen sebelah sa juga protes, “Bukannya perintah pertama mah membaca aja?
sy cuma senyum dan bilang “Justru itu saya mau nyoba nulis tentang itu”*
Punten sa memang bukan ahli tafsir, jadi mohon maaf jika tindakan seperti ini sebenernya dilarang, tapi coba deh perhatiin ayat lainnya yang dalam Al-Quran digital pun diberi tanda [1589] itu, pada penjelasannya tertulis begini,
[1589]. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Dalam tafsir dari mushaf yang sa punya *dan sesuai pengetahuan saya dalam bahasa arab* kalam diartikan pena. Jadi sebenarnya membaca dan menulis itu adalah suatu perintah. Anjuran dari ALLAH bagi setiap orang. Nah soal hukumnya? Saya tak berani ambil kata, karena untuk menafsirkan seperti ini saja saya masih belum pantas sama sekali. Hanya mencoba manyemangati diri untuk senantiasa belajar..belajar dan belajar!!! belajar-membaca-menulis. Karena dengan demikian, *seperti disinggung Pa Ersis juga* membaca dan menulis itu adalah suatu kegiatan yang bernilai ibadah. Pokoknya semua tindakan kita bisa jadi ibadah tergantung niat. Jadi yuk niatkan menulis untuk berbagi, bukankah sebaik-baik mukmin adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya?! Jadi belajar dan mengajarkan ilmu yang kita miliki *karena jadi ilmu yang bermanfaat* adalah suatu anjuran yang sangat dari ALLAH dan RasulNya.
Wallahu a’lam bish Sbhawwab.
Punten ini bukan tafsir, hanya berbagi pikiran sa aja

Kamis, 24 Januari 2008 at 23:32:16
betul sekali. ini adalah sebuah kesadaran yang harus terus kita sebarluaskan. salam kenal
Jumat, 25 Januari 2008 at 00:51:18
Hemmm, bener mbak. sepakat…gitu aja deh, gak bisa komen apa-apa, sudah lengkap penjelasannya.
Jumat, 25 Januari 2008 at 06:20:29
Menurut saya – yang mbak lakukan adalah memang tugas kita sebagai umat yang diberi amanah Alqur’an. Masalah itu disebut dengan tafsir atau tidak menurut saya hendaknya jgn terlalu mengganggu. Toh penafsiran ahli sekalipun berbeda2 kok. Tafsir sekali lagi adalah hasil pemikiran manusia juga – sama spt kita. Hasil dari para ahli tafsir itu tentulah layak jadi bahan referensi. Tapi – menurut saya – tetaplah kita, makhluk yg diciptakan merdeka ini untuk “menafsirkannya” sesuai dengan diri kita sendiri – untuk kebaikan tentunya. Dengan banyak membaca, melihat dan menyimak, penafsiran kita tentu akan berkembang. Tapi selama itu membawa kebaikan, kenapa tidak?
Salam
Jumat, 25 Januari 2008 at 21:53:16
Ikatlah ilmu dengan menulis (Rasulullah)
Senin, 28 Januari 2008 at 11:48:31
Bacalah!
Bukalah mata hati
Bukalah ia seluas semesta
“Lihat” salah satu “ketentuan Tuhan”
* Ucapkan dengan suara hati
* Katakan kebenaran hakiki
Tinggalkan kegelapan
Kembalilah pada fitrah sejati
Jadikan ia cahaya
yang selalu menerangi
* selembut cahaya rembulan
* seterang dan sehangat cahaya mentari
Berputar!
Terus berputar
di garis orbit-Nya
Raih kebahagiaan bersama-Nya