10.31.07
Tentang “Final Destination”
Semalem, sesampainya sa di rumah sekitar jam setengah sepuluhan sa nonton film “Final Destination”, sebelumnya pernah nonton sih, tapi penasaran aja. Untuk yang belum tau ceritanya, sa ceritain singkat aja ya.
Film ni diawali dengan seorang anak SMA bernama Alex bermimpi pesawat yang ditumpanginya dan teman-temannya untuk karyawisata ke Paris itu meledak tak lama setelah pesawat lepas landas. Saat terbangun dari mimpi itu, ia ketakutan dan langsung berteriak “Pesawat akan meledak”, kericuhan pun terjadi, salah seorang teman Alex bernama Billy (klo ga salah) marah dan berusaha memukul Alex. Karena kejadian itu, semua orang yang berada di lorong pesawat harus turun dan tidak diperkenankan untuk menaiki pesawat, setelah toleransi hanya satu orang yang diturunkan yang boleh naik ke pesawat.
Singkat cerita, tersisa 6 orang, Alex dan 5 temannya (3 cowo, 2 cewe) beserta 1 orang guru bernama Mrs. Lewton. Setelah kematian Tod, salah satu teman Alex yang selamat yang diawali “pertanda” pada Alex, Alex mencoba mencari tahu. Alex beserta Clear (cewe yang juga selamat) mereka memasuki ruang mayat tempat Tod disemayamkan. Tak lama setelah mereka memasuki ruangan tersebut ada penjaga mayat yang mengatakan “Kematian itu ada pattern nya, dan kau telah merusak pattern itu dengan keluar dari pesawat”. Dari sana Alex mulai mencari tau pattern kematian. Hingga akhirnya pattern itu ia temukan, dan ia coba selamatkan orang-orang yang “berikutnya”. Namun, setiap kali pattern itu digagalkan, ia akan mencabut nyawa orang “berikutnya”. Dst, sampe pada akhir cerita hanya Alex, Clear dan Billy yang selamat, dan mereka menikmati suasana Paris, dengan pattern itu tetap berlaku…
Dari film ini sa pribadi ngambil pelajaran bahwa kematian itu pasti datangnya, dan itu telah ditetapkan, sekuat apapun usaha kita melawan kematian, jika waktunya telah tiba, maka tak ada yang dapat mengelak darinya. Tinggal apa yang telah dilakukan oleh kita untuk memberi arti dan persiapan bekal kita?
Belajar dari cerita tentang santri DT juga yang meninggal, kita bener-bener ga pernah tau kapan kita akan mati. Hanya masalah waktu dan masalah kesiapan kita menghadapinya. Sudah siapkah bekal untuk menaiki pesawat “Al-Jenazah Air” itu?














